RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberi sambutan dalam acara Kick Off Pengampu Intervensi Pencegahan dan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi.
Di kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi menceritakan, pernah membuat kebijakan yang membuat orang benci terhadap dirinya.
"Saya ketika jadi Bupati merubah kebijakan itu, walaupun saya dibenci semua orang," ungkapnya.
Dedi Mulyadi menegaskan, tidak masalah jika ia harus dibenci dan bukan ingin mendongkrak popularitas.
"Karena bagi saya, engga apa-apa dibenci, bukan hanya nyari popularity, engga," pungkasnya.
Gubernur Jawa Barat menceritakan kebijakan yang dijalankan waktu menjabat sebagai Bupati Purwakarta.
"Saya dibenci semua orang, saya melakukan kebijakan waktu itu adalah bangun pagi, salat subuh, ke sekolah membawa bekal dari rumah, sebelum ada program MBG zaman itu," jelasnya.
Dedi Mulyadi menjabarkan, ingin memacu kelompok produktif ibu-ibu di Purwakarta.
"Kemudian dari bekal itu, apa sih yang dipacu waktu itu, yang dipacu adalah kelompok produktif ibu-ibunya," sebutnya.
Gubernur Jawa Barat berharap ibu-ibu kelas menengah ke bawah bangun pagi agar bisa memasak untuk anaknya.
"Yang biasanya ngerumpi itu, agar dia bangun pagi. Dalam masakan itu, ada doa ibunya, dan itu lebih dari apapun," lanjutnya.
Dedi Mulyadi menyebutkan, anak-anak yang membawa bekal ke sekolah, mengatur di meja, sehingga guru bisa melihat saat mereka makan.
"Dari situlah, anak saya ngerti ikan asin cumi, karena temannya sebelah, yang sebangku, tiap hari bawa ikan asin cumi," tuturnya.
Dedi Mulyadi menerangkan, anaknya selalu membawa daging dan bertukar menu dengan teman sebangkunya.
"Sehingga, suatu saat, anak saya hilang pas maghrib, ternyata ditemukan lagi makan di rumah penjaga sekolah, kata dia, makan sama ikan asin goreng cumi itu enak," tandasnya.
Gubernur Jawa Barat, dari kebijakan tersebut, guru di sekolah dituntut untuk mempunyai ilmu gizi agar bisa memeriksa bekal yang dibawa anak.
"Maka anak-anak setiap hari mendapat asupan makanan yang memadai plus jajannya berhenti. Setelah itu, pulangnya jalan kaki, sehat Pak," pungas Dedi Mulyadi.
Editor : Siti Dewi Yanti