RADAR BOGOR – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda membuka kisah pribadi yang menyayat hati tentang pengalaman kehilangan suami tercinta akibat keterbatasan fasilitas kesehatan di daerahnya.
Curhatan itu disampaikan Sherly kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam perbincangan yang diunggah di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Dedi dalam gaya akrabnya awalnya bertanya secara ringan tentang rahasia awet muda Sherly meski telah melalui fase hidup yang berat.
Baca Juga: Profil Emka 9 dan Asal Usul Grup Musik yang Dibentuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Pertanyaan itu pun mengantar Sherly mengurai cerita pribadi yang penuh makna.
“Pertama, berdoa dan ikhlas,” ucap Sherly sambil tersenyum.
Ia menceritakan bahwa malam pertama setelah kepergian sang suami, ia memohon hikmat dari Tuhan agar diberi kekuatan memahami takdir.
“Entah kenapa, hari kedua tidak sesakit hari pertama, saya belajar menerima bahwa hidup ini bukan milik saya sepenuhnya,” ujar Sherly lirih.
Namun, dari pengalaman pribadi itu, ia mulai menyadari kenyataan yang lebih luas. Meskipun ia memiliki akses ekonomi dan bisa mendapatkan layanan medis terbaik, tetap saja tak ada yang bisa dilakukan saat fasilitas umum tidak mendukung.
“Pesawat medis dari Singapura sudah siap. Tapi airport-nya tidak ada. Saya hanya bisa menyaksikan napas suami saya hilang perlahan,” tuturnya penuh haru.
Yang paling menyedihkan, lanjut Sherly, adalah bahwa peristiwa seperti itu bukan hanya miliknya.
“Banyak warga Maluku Utara kehilangan orang-orang tercinta karena fasilitas kesehatan yang buruk,” katanya tegas.
Pengalaman kehilangan inilah yang membuat Sherly bertekad menjadikan sektor kesehatan dan pendidikan sebagai prioritas dalam pemerintahannya.
Ia mengaku ingin menjadikan kehilangan itu sebagai tujuan hidup baru demi mencegah ribuan warga lain mengalami nasib serupa.
Editor : Eka Rahmawati