RADAR BOGOR - Persoalan remaja asal Cirebon yang sempat viral lantaran berusaha mengakhiri hidup karena putus sekolah telah diselesaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi mengutus salah satu ajudan untuk turun langsung ke Cirebon bertemu dengan orang tua remaja berinsial M yang dilarikan ke rumah sakit usai meminum cairan pembersih lantai. Melalui sambungan telepon sang ajudan, Dedi kemudian berbincang dengan ayah M.
"Anak bapa teh kenapa?" tanya Dedi Mulyadi dalam video yang diunggah di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
"Tuntutannya minta lanjut sekolah ke SMA," jawab ayah M yang kemudian menjelaskan bahwa putrinya lulusan sebuah pondok pesantren dan menempuh pendidikan di MTs.
Setelah lulus MTs, M sempat melanjutkan sekolah di salah satu SMA wilayah Tengahtani, Kabupaten Cirebon. Namun, karena keterbatasan biaya M harus putus sekolah.
Menurut sang ayah, awalnya putrinya ingin masuk ke SMAN 1 Cirebon yang lokasinya di kawasan Kota Cirebon karena rumahnya berada di sekolah tersebut.
Mendengar cerita ayah M, gubernur Jawa Barat meminta agar putrinya kembali disekolahkan dan jika ingin masuk SMAN 1 Cirebon agar segera didaftarkan terlebih saat ini merupakan proses SPMB.
"Bapak kerjanya apa?" tanya Dedi lagi.
"Menganggur, dulu dagang," jawab ayah M.
"Masuk sekolah aja, serahin ke ajudan saya data-datanya ijazah terakhir MTS-nya
Biaya rumah sakit saya yang beresin, besok saya urusin saya daftarin ke SMAN 1 Cirebon," kata Dedi Mulyadi.
Tak hanya membantu biaya rumah sakit, perlengkapan seperti biaya seragam dan lain-lain juga turut dibantu sang kepala daerah.
"Rumah sakitnya biayanya saya bayarin, baju segala macam saya siapkan," kata gubernur Jabar.
Dedi pun berpesan kepada ayah M agar menjaga putrinya dan jangan sampai terjadi lagi peristiwa serupa.
Ayah M lalu mengucapkan terima kasih kepada Dedi Mulyadi atas bantuan yang diberikannya.
Pada momen tersebut tampak ajudan Dedi Mulyadi yang disapa Aul itu membantu menyelesaikan persoalan pendidikan M di MTs atau pondok pesantren tempatnya menimba ilmu sebelumnya hingga menyelesaikan biaya rumah sakit.
Tak hanya itu Dedi juga menitipkan sejumlah uang kepada ajudannya untuk orang tua remaja yang kini masih terbaring di rumah sakit.
Editor : Eka Rahmawati