RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menceritakan pernah membuat kebijakan terkait pernikahan saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta.
"Sebelum perkawinan, saya bikin peraturan bupati zaman itu," ungkapnya.
Dedi Mulyadi meminta dukungan Manteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.
"Saya minta dukungan Menteri Kesehatan, saya ingin seluruh orang yang akan menikah wajib memeriksakan kesehatannya secara paripurna," tuturnya.
Selain itu, Dedi Mulyadi memerintahkan, kedua pasangan harus bercerita sisi lemah dalam dirinya dan penyakit bawaannya.
"Ini pasti saya jadi korban lagi, dibully lagi. Dedi Mulyadi melanggar hak-hak cinta," katanya yang disambut dengan senyuman.
Gubernur Jawa Barat menjabarkan, hal tersebut harus diceritakan, agar setiap orang rasional.
"Bahwa ketika dia menikah, dia tidak hanya menikahi kebahagiaanya, berarti dia rela menikahi penyakitnya," pungkasnya
Bukan hanya menikahi manisnya, Dedi Mulyadi mengatakan, harus menikahi pahitnya.
"Bukan hanya menikahi senyumannya, dia harus menikahi cemberutnya. Bukan hanya menikahi kasih sayangnya, dia juga menikahi caci makinya," lanjutnya.
Dedi Mulyadi menerangkan, harus ridho jika peristiwa tersebut terjadi dan sudah siap dengan baik.
"Karena saya sudah mengorbankan seluruh jiwa saya dengan cinta. Engga ada masalah, produk cinta," sebutnya.
Yang menjadi pijakan, Dedi Mulyadi menjelaskan, ketika menikah, ilmu tentang reproduksi, persiapan kehamilan, dan kelas ekonomi sudah bisa terdata.
"Yang menikah ini status ekonominya ini lho, dan kemudian yang menikah ini, ibunya sudah terdeteksi penyakitnya," bebernya.
Sehingga, Gubernur Jawa Barat menjelaskan, bisa memberikan saran.
"Ibu jangan dulu hamil. Kalau ibu hamil, memiliki resiko ini. Andaikata dia hamil, maka kita sudah dengan cepat untuk mengawasi perjalanan kehamilan sampai anaknya lahir," tandasnya.
Editor : Siti Dewi Yanti