RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri acara pelepasan siswa Barak Istimewa di Yonif Para Raider 328.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan terima kasih kepada para siswa yang telah mengikuti pendidikan di barak istimewa.
"Saya mengucapkan terima kasih sudah bertemu tadi dengan adik-adik kita semua," tuturnya.
Dedi Mulyadi menjabarkan, siswa-siswa tersebut, ada yang pergi ke barak istimewa karena keinginan sendiri.
"Ada yang punya tradisi minum apa, kawa-kawa ada yang tawuran ada yang sering main game online," ungkapny.
Gubernur Jawa Barat berharap, seluruh tradisi buruk berakhir.
"Sekarang saya, pada orang tuanya bahwa tanggung jawab mendidik anak itu tanggung jawab orang tua," tegasnya.
Oleh karena itu, Dedi Mulyadi meminta sang ibu memberikan perhatian yang penuh.
"Jangan ngelarang anak main game, tapi ibunya main HP terus, jalan ngelarang anak main game tapi ibunya enggak pernah menyiapkan makanan yang baik buat anak-anaknya," pungkasnya.
Dedi Mulyadi memerintahkan para ibu rajin berpuasa buat untuk memberikan contoh yang baik bagi anak-anaknya.
"Kasih contoh yang baik, karena anak yang baik juga bisa lahir dari keluarga yang baik ya,"tekannya.
Gubernur Jawa Barat juga mengapresiasi para siswa di barak istimewa.
"Saya ucapkan terima kasih ya semoga kalian semua sehat, semangat ya, makin dicintai oleh keluarganya dan jadi anak-anak hebat," terangnya.
Tidak lupa, Dedi Mulyadi menitipkan sejumlah uang untuk para pelatih.
"Saya mau nitip Rp50 juta nanti buat para pelatih ya," lanjutnya.
Gubernur Jawa Barat menuturkan, seharusnya hal tersebut bukan kewajibannya, namun kewajiban orang tuanya.
"Tapi orang tua sekarang tuh iya karakternya lebih beda dengan dulu. Jadi untuk itu saya ucapkan terima kasih," tutup Dedi Mulyadi.
Editor : Siti Dewi Yanti