Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kisah Sedih Anak Perempuan ke Gubernur Jawa Barat, Punya Ayah tapi Jarang Nafkahi, Dedi Mulyadi: Terus Ngapain di Jakarta, Enggak Kawin Lagi

Siti Dewi Yanti • Kamis, 12 Juni 2025 | 20:37 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tengah mendengarkan cerita sedih Purwanti asal Kuningan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tengah mendengarkan cerita sedih Purwanti asal Kuningan

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan salah satu anak perempuan asal Kuningan bernama Purwanti yang bersekolah di SMP Negeri 1 Cidahu.

Saat ditanya soal orang tuanya, Purwanti mengatakan, sang ibu telah meninggal dunia dan sang ayah bekerja sebagai penjual nasi goreng di Jakarta.

Gubernur Jawa Barat juga menanyakan soal biaya hidup Purwanti.

"Sama bapaknya dibiayain enggak?" tanyanya.
"Kalau ini mah enggak," jawab Purwanti.

Mendengar jawaban Purwanti, Gubernur Jawa Barat menanyakan alasan.

"Bapaknya kerja berarti kan kalau bapak bekerja buat anaknya," tuturnya.

"Kata ayah, kalau misalnya bilang enggak ada uang buat sekolah gitu, dagangnya lagi sepi terus habis itu enggak ngirim uang," ujar Purwanti.

"Enggak, maksudnya bapaknya udah kawin lagi ya?" tanyanya.
"Enggak," jawab Purwanti.

"Terus ngapain di Jakarta, enggak kawin lagi, terus dagang tapi dagangnya enggak bisa bantu pendidikan anaknya," ungkap Gubernur Jawa Barat.

"Enggak tahu," jawab Purwanti.

"Terus ngapain dagang? Maksudnya dagang hanya buat makan dirinya?" tanya Dedi Mulyadi.
"Mungkin," sebut Purwanti.

Mendengar cerita Purwanti, Gubernur Jawa Barat mengatakan, tidak perlu ke Jakarta jika berpenghasilan hanya untuk makan diri sendiri.

"Kuli aja di Kuningan banyak kuli bangunan. Bisa biayain anaknya kalau enggak enggak punya istri. Tapi suka ketemu sama bapaknya?" tanya Dedi Mulyadi.

"5 bulan sekali. 3 bulan, 4 bulan, 5 bulan gitu," ucap Purwanti.

Gubernur Jawa Barat menanyakan uang bulanan yang kerap diberikan ayah Purwanti yang berprofesi sebagai penjual nasi goreng.

"Kemarin-kemarin 1 bulan ngasih 150 sampai sekarang udah mau 2 bulan enggak ngasih," imbuh Purwanti.

Dedi Mulyadi tidak percaya, penjual nasi goreng tidak bisa menyisihkan uang Rp10.000 per hari untuk anaknya.

"Aku enggak percaya, dagang nasi goreng tidak bisa di Jakarta lagi tidak bisa nyisihin Rp10.000 sehari buat anaknya," pungkas Gubernur Jawa Barat.

Purwanti menceritakan, sejak beberapa hari yang lalu mencoba menghubungi sang ayah namun tidak dijawab.

Dedi Mulyadi menjelaskan, ayah yang baik pasti kangen sama anaknya apalagi anak perempuan.

"Saya aja mencium nihiang Ni Hiangnya lagi tidur, barusan diciumnya marah-marah. Aku mah sakit hati apalagi pisah lama-lama," tandas Gubernur Jawa Barat.

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #jakarta #kuningan