RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tidak setuju jika ada baliho yang berisi program atau kebijakan Pemerintah Provinsi Jabar menyertakan foto dirinya.
Dedi menemukan sebuah baliho saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di salah satu SMA di Cikampek terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) belum lama ini.
Gubernur Jawa Barat ingin mengetahui pelaksanaan SMPB di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang saat ini sedang berlangsung termasuk di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB).
Salah satu sekolah di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) pun didatangi yakni SMAN 1 Cikampek yang berlokasi di Jalan Ir Haji Juanda, Jomin Barat, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang.
Setibanya di halaman sekolah sebuah baliho berukuran besar berdiri di atas taman dan menyertakan foto sang gubernur. Dedi langsung menghampiri dan menyebut bahwa ia tidak setuju pakai foto dirinya.
Dalam baliho yang terdapat foto Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tertulis: "SPMB 2025 Provinsi Jawa Barat. Tidak Ada Titipan. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Provinsi Jawa Barat harus berjalan sesuai dengan prinsip SPMB."
Rupanya Dedi tidak suka jika ada baliho yang menyertakan foto dirinya terlebih jika itu berkaitan dengan kebijakan atau program Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Ini SPMB, tidak ada pungutan tapi saya gak setuju pakai gambar saya mestinya gak boleh, cukup aja tulisan gak usah pakai foto dipasang-pasang," ujar Dedi dalam video yang dilansir di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Sang kepala daerah lantas mengungkap alasan kenapa dirinya tidak setuju dengan baliho yang terdapat fotonya.
"Kenapa? Karena ini kebijakan pemerintah bukan kebijakan orang, jadi cukup lambang Pemprov Jabar," jelas gubernur Jabar.
Mantan anggota DPRD Kabupaten Purwakarta dan mantan bupati Purwakarta itu kemudian memanggil pihak keamanan sekolah agar mencopot baliho tersebut.
"Ini buka ya dan ini juga salah jangan masang di taman, udah taman bagus dipasangin ini jadi jelek," kata Dedi.
Editor : Eka Rahmawati