RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dikenal kepala daerah di Tanah Pasundan yang sering pidato dengan menggunakan bahasa Sunda.
Seperti saat hadir dalam perayaan hari jadi di berbagai daerah di Provinsi Jawa Barat, salah satunya di Kabupaten Ciamis belum lama ini.
Dalam pidatonya di Hari Jadi ke-383 tahun Kabupaten Ciamis yang di antaranya dihadiri Bupati Ciamis Herdiat Sunarya serta para pimpinan dan anggota DPRD di Gedung DPRD Kabupaten Ciamis Kamis (12/6/2025), Gubernur Jawa Barat menggunakan bahasa Sunda.
Dedi Mulyadi mengatakan dirinya menyampaikan pidato memakai bahasa Sunda dan baginya bahasa tersebut memiliki makna tersendiri.
"Bahasa Sunda teh hiji bahasa sastra, dua bahasa doa, nu katilu bahasa spritual," ujar Dedi dalam unggahan videonya di YouTube Lembur Pakuan Channel yang artinya: bahasa Sunda, pertama bahasa sastra, kedua bahasa doa, yang ketiga bahasa spiritual.
Menurut Dedi, sebagai bahasa sastra, bahasa Sunda melahirkan karya dari ungkara Sunda atau susunan kata-kata yang menjadi sebuah kalimat.
Kemudian yang kedua adalah bahasa doa, Dedi menyebut sebagian besar orang Sunda jika berdoa kepada Tuhan sering menggunakan bahasa Sunda yang keluar dari sebuah rasa.
"Nu kaduana bahasana bahasa rasa, kaluarna ti nu rasa, conto nu kaluarna ti nu rasa sok ibu-ibu dinyenyeuri ku salaki da nyaritana ku Sunda," jelas Dedi yang artinya yang kedua bahanya bahasa rasa keluarnya dari rasa contoh yang keluar dari rasa ibu-ibu disakiti oleh suaminya menceritakannya dengan bahasa Sunda.
"Lamun ngajerit ka Gusti Nu Maha Suci menta pasti ku bahasa Sunda, jadi bahasa rasa jadi nu tepi ka Gusti lain kalimatna tapi eusi kalimatna bahasana bahasa universal eta bahasa Gusti ari bahasa Gusti teh sarua naon eusina bahasa Gusti, nu hiji nyaeta bahasa kaikhlasan," sambung gubernur Jawa Barat.
Artinya jika menjerit atau mengadu kepada Tuhan yang Maha Suci kata Dedi, mintanya memakai bahasa Sunda. Jadi menurutnya, bahasa rasa yang sampai kepada Tuhan bukan kalimatnya, tetapi isi dari kalimatnya menggunakan bahasa universal yang berkaitan dengan spiritual dan isinya adalah bahasa keikhlasan.
Oleh sebab itu di beberapa kesempatan khususnya pada hari jadi sebuah daerah, Dedi Mulyadi kerap menggunakan bahasa Sunda termasuk di Kabupaten Ciamis dengan alasan sebagai bentuk penghormatan kepada karuhun atau leluhur. Seperti di Kabupaten Ciamis, salah satu daerah di wilayah Tatar Sunda yang pada zaman dulu terdapat Kerajaan Galuh Pakuan.
"Hapunten simkuring nyariosna ku Basa Sunda, margi ari hari jadi mah eta peristiwa kabudayaan (mohon maaf kalau saya bicara menggunakan bahasa Sunda kalau hari jadi kan peristiwa kebudayaan)," ungkap Dedi Mulyadi.
Editor : Eka Rahmawati