RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa saat ini Provinsi Jabar kerap menjadi sorotan publik. Oleh karena itu Dedi mengajak kepada jajarannya atau anak buahnya di Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar bekerja lebih baik lagi.
Dalam pidatonya Dedi mengatakan saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat atau Pemprov Jabar harus bisa menjadi stimulator, regulator, hingga motivator.
"Dulu provinsi itu ada di menara gading tugasnya adalah bagiin duit, maka hari ini provinsi gak bisa lagi begitu harus menjadi stimulator, harus menjadi regulator dan harus menjadi motivator," ujar Dedi Mulyadi di hadapan jajaran para pejabat di lingkungan Pemprov Jabar yang dilansir dari YouTube Lembur Pakuan Channel.
Sebab menurut Gubernur Jabar saat ini branding Provinsi Jawa Barat sudah berbeda dibanding dulu dan berbagai persoalan apapun yang terjadi sering dilaporkan atau dikomplain kepada dirinya.
"Brandingnya hari ini sudah branding Jawa Barat, kita tahu apapun komplainnya itu komplain ke gubernur, jalan desa rusak komplain ke gubernur, jalan kabupaten komplain ke gubernur," ucap Dedi.
Tak hanya persoalan kerusakan jalan maupun infrastruktur lainnya persoalan pribadi pun bahkan sering komplain ke gubernur, seperti persoalan anak di Jawa Barat.
"Kemudian berbagai komplain sampai anak tidak mau makan aja komplain ke gubernur, kemudian anak tidak mau tidur komplain ke gubernur, anak tidak mau sekolah komplain ke gubernur," jelas gubernur Jabar.
Dedi menilai hal itu sebagai sesuatu yang ikonik dan perlu dicermati secara hati-hati sebab saat ini masyarakat menaruh kepercayaan besar terhadap pemerintah provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
"Ini adalah sesuatu yang menurut saya ikonik, tapi kalau tidak dicermati dan tidak hati-hati dalam melakukan pengelolaan bisa menjadi problem di mana nanti akan mengalami degradasi ketidakpercayaan orang," sambungnya.
Karena sedang mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari masyarakat menurut Dedi momen ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
"Ini adalah momentum orang percaya dan orang percaya itu bukan perkara mudah, maka hari ini kita harus bekerja dengan baik," tegas Dedi.
Gubernur Jawa Barat itu pun meminta jajarannya di lingkungan pemerintah Provinsi Jabar agar lebih bekerja keras
"Bekerja dengan saya bukan mau tidur enak, bukan mau makan enak, bukan mau tidur nyenyak, bukan mau leha-leha, bukan mau jalan-jalan, tapi mau bekerja," kata Dedi Mulyadi.
Terlebih menurut mantan Bupati Purwakarta itu Jawa Barat merupakan provinsi yang saat ini masih memiliki angka kemiskinan yang cukup tinggi serta pengangguran yang juga masih relatif tinggi.
Tak hanya itu masih banyak masyarakat di Jawa Barat kata Dedi yang terlibat pinjaman daring atau online hingga bank emok.
"Berbagai hal Jawa Barat ranking pertama, karena Jawa Barat berbagai hal penting pertama itu disebabkan karena jumlah penduduknya yang sangat besar, jumlah penduduk yang sangat besar memiliki konsekuensi pada satu persen angka di Jawa Barat akan mempengaruhi statistik nasional," papar kepala daerah berusia 54 tahun itu.
Untuk itu Dedi pun mengajak kepada semua jajaran pemerintah Provinsi Jabar untuk bekerja agar bisa mengatasi berbagai persoalan yang terjadi di Tanah Pasundan.
Editor : Eka Rahmawati