RADAR BOGOR - Kedamaian yang terjadi di Dusun Susuru, Desa Kertajaya, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis membuat kagum Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Berkunjung secara tiba-tiba, sempat membuat warga terkejut atas kedatangan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Setelah melihat gereja, Gubernur Jawa Barat mengunjungi warga penghayat Sunda Wiwitan.
Tak hanya itu, Dedi Mulyadi pun diajak ke balai pertemuan penghayat Sunda Wiwitan di Dusun Susuru.
Letak balai pertemuan itu pun berdekatan dengan gereja, masjid hingga madrasah.
"Bapak usaha naon?," tanya Gubernur Jawa Barat kepada warga penghayat Sunda Wiwitan.
"Dagang warung," jawab pria yang mengantar Dedi Mulyadi ke balai pertemuan penghayat Sunda Wiwitan.
Gubernur Jawa Barat kemudian bertanya, anaknya sekolah di mana.
Warga tersebut menjawab satu anak di SD Kertayasa dan satu lagi sedang menjalani pendidikan di Bekasi sedang kursus bahasa Jepang karena rencananya mau berangkat ke negeri Sakura.
"Di sini mah enggak pernah ada ribut ya, perbedaan keyakinannya, hebat ya, udah biasa hidup damai di sini mah ya," ungkap Dedi Mulyadi.
Warga yang mendampingi Gubernur Jawa Barat tersebut menjelaskan, di Dusun Susuru bahkan dalam satu rumah ada yang beda keyakinan.
Plang nama balai pertemuan penghayat Sunda Wiwitan tersebut, menggunakan aksara Sunda.
"Bale Saresehan Warga Adat Sunda Wiwitan," kata warga yang juga pengurus balai tersebut.
Gubernur Jawa Barat menanyakan, jumlah penganut Sunda Wiwitan di Dusun Susuru.
Warga tersebut menjawab, ada 25 kepala keluarga.
Dedi Mulyadi menanyakan juga pencantuman di KTP atau Kartu Tanda Penduduk.
"Penghayat kepercayaan," jawab warga tersebut kepada Gubernur Jawa Barat.
Dedi Mulyadi menilai, tempat pertemuan tersebut belum memadai. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim