RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melewati jalan yang tengah dibangun di daerah Kali Gabus Bekasi.
Saat melewati jalan tersebut, Dedi Mulyadi melihat sejumlah orang tengah mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.
Melihat hal tersebut, Gubernur Jawa Barat langsung meminta ajudannya untuk memberhentikan mobil dan memanggil warga yang mengatur arus lalu lintas.
"Om, om. Ini jangan mintain di jalan," tegurnya.
"Iya," jawab salah satu warga.
Dedi Mulyadi menjelaskan, warga boleh membantu lalu lintas, namun tidak boleh minta sumbangan.
"Enggak boleh mintain jadi kesannya minta-minta. Anak muda enggak boleh, berapa orang di sini ini? Biasa bertugas berapa orang?" tanyanya.
"Berlima semua Pak," ucap koordinator warga.
"Tiap hari bertugas?" tanya Gubernur Jawa Barat.
"Iya Pak," jawab koordinator warga.
Dedi Mulyadi memeritahkan, sejumlah warga tersebut membantu melancaran arus lalu lintas setiap hari sampai pekerjaan selesai.
"Tapi tidak boleh minta-minta ya satu orang saya kasih Rp100.000 per hari," jelasnya.
"Siap Pak," sebut koordinator warga.
"Mau enggak?" tanya Gubernur Jawa Barat.
"Mau Pak," ucap koordinator warga.
Dedi Mulyadi mengatakan, akan memberi uang kepada warga yang membantu mengatur lalu lintas Rp100 ribu per hari.
"Jadi saya kasih Rp500.000 per hari. Sampai proyeknya selesai sampai enggak ada hambatan," terangnya.
Gubernur Jawa Barat pun memerintahkan salah satu ajudannya untuk meminta kontak yang bisa dihubungi.
"Sambil sampahnya dipungutin dibersihin. Jangan begini lagi ini Jawa Barat. Di Jawa Barat enggak boleh ada yang begini. Malu saya gubernurnya
Saat hendak masuk ke dalam kendaraan, Dedi Mulyadi langsung menegur warga yang masih membawa ember untuk menampung uang sumbangan.
"Embernya lepas" perintah Gubernur Jawa Barat