RADAR BOGOR - Menjaga toleransi keragaman kepercayaan terus dijaga di Dusun Susuru, Desa Kertajaya, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis. Itu terbukti saat kunjungan dadakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Bahkan, balai pertemuan penghayat Sunda Wiwitan bersebelahan dengan rumah warga Katolik sehingga dikagumi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
"Wah bersih rumahnya, ini tempat pertemuan Sunda wiwitan, ibu beragama Katolik," ucap Gubernur Jawa Barat saat menyapa pemilik rumah di samping balai pertemuan penghayat Sunda Wiwitan.
"Iya, kan ini adik kakak orang tuanya dulu," ucap ibu pemilik rumah kepada Dedi Mulyadi.
Kepada Gubernur Jawa Barat, ibu tersebut mengatakan sudah beragama Katolik sejak lahir tahun 1965 sama seperti kedua orang tuanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, suaminya sedang mengalami sakit lambung dan asam urat.
"Sudah delapan kali dibawa ke rumah sakit," ucap ibu tersebut.
Sang ibu tersebut menambahkan, suaminya yang kini berusia 59 tahun menjabat sebagai ketua stasi di gereja.
Melihat kondisinya yang sakit, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan bantuan uang.
"Saya nanti mau nitip buat bapak berobat ya," kata Dedi Mulyadi.
Ibu tersebut sempat mengajak Gubernur Jawa Barat masuk ke rumahnya, namun Dedi Mulyadi memilih tetap di luar karena sedang ada yang sakit dan dikhawatirkan mengganggu istirahatnya.
Biasanya, kata ibu tersebut, ibadah jemaah Katolik dilaksanakan setiap hari Kamis.
"Jumlah jemaahnya ada sekitar 115 orang," kata ibu itu kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim