Warga Cianjur Ngeluh Soal Penebangan Hutan Gubernur Jawa Barat Siap Beli Pohon, Dedi Mulyadi: Mohon Hentikan karena Menimbulkan Banjir dan Longsor
Asep Suhendar• Senin, 16 Juni 2025 | 19:39 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama warga soal Cianjur yang mengeluhkan bencana banjir dan longsor.
RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berkunjung ke Takokak, Kabupaten Cianjur pada Senin (16/6/2025).
Di sela kunjungannya, Dedi Mulyadi menyapa dan mendengarkan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat di wilayah tersebut.
Seperti dalam video yang diunggah akun Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi mengatakan bahwa ada warga yang mengeluh kepadanya.
"Saya sedang ada di Cianjur Selatan dengan Pak Bupati nih, ini warga ada yang ngeluh, silakan mau bicara apa Kang?" ucap Dedi Mulyadi dilansir dari Instagram @dedimulyadi71.
Seorang pria yang mengatasnamakan warga Pasawahan, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur menyebut bahwa pohon-pohon di hutan milik Perhutani KPH Sukabumi ditebang.
"Hutan milik Perhutani, KPH Sukabumi," ucap seorang warga.
Lebih lanjut, warga Cianjur ini mengungkapkan dampak yang ditimbulkan dengan adanya penebangan tersebut, "Banjir dan longsor pak," sambungnya.
Menanggapi hal itu, Dedi meminta kepada Perhutani untuk segara mengentikan proses penebang di wilayah tersebut.
Mantan Ketua Umum HMI Cabang Purwakarta itu juga siap untuk membeli pohon yang sudah menjadi target penebangan Perhutani.
"Buat jajaran Perhutani Provisi Jawa Barat ya, mohon hentikan seluruh upaya penebangan di area Perhutani karena menimbulkan bencana yang tidak berhenti. Ada longsor, ada banjir," ujar Dedi Mulyadi.
"Andaipun pohon itu adalah pohon ekonomi, saya Pemprov Jabar bersedia membeli pohon itu tapi tidak ditebang," sambung pria yang akrab disapa Bapa Aing tersebut.
Langkah yang diambil oleh Dedi Mulyadi merupakan bentuk kepedulian yang ia perlihatkan kepada masyarakat Cianjur.
Ia tidak mau ada lagi ada bencana alam di wilayah tersebut yang membuat warganya merasa menderita.
Tidak berhenti sampai di situ, pria yang juga akrab disapa KDM ini meminta agar pemerintah lebih mengedepankan kepentingan warga daripada faktor ekonomi semata.
Di akhir video, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa penghasilan yang didapat oleh Perhutani dongan cara menebang pohon tidak sebanding dengan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.
Mendengar apa yang disampaikan oleh Dedi Mulyadi, tidak sedikit masyarakat Cianjur yang merasa sangat bahagia.
Mereka menyambut baik keputusan yang diambil oleh Gubernur Jawa Barat tersebut. Tidak sedikit masyarakat Cianjur yang hadir di tempat tersebut memberikan tepuk tangan setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Dedi Mulyadi.***