RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat mengunjungi Kabupaten Bekasi dan menyoroti bangunan yang berdiri di atas pengairan.
Dedi Mulyadi merencanakan untuk menertibkan bangunan yang berdiri di atas lahan pengairan.
Dalam kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel yang diunggah pada 15 Juni 2025, terlihat banyak bangunan berdiri di atas pengairan.
Mirisnya, salah satu pemilik bangunan yang ditemui oleh Dedi Mulyadi mengungkapkan fakta mengejutkan.
"Beli Rp35 juta di Bang Fadil," kata salah satu penghuni bangunan di atas pengairan yang berasal dari Wonogiri.
Diketahui, ia telah menghuni bangunan tersebut selama dua tahun dan mendapat izin dari temannya yang bernama Fadil.
"Nanti sebentar lagi dititipin, loh, Pak, karena akan kita kembalikan jadi sungai lagi, biar nggak banjir," kata Dedi Mulyadi.
Ia juga bertanya, "Nah, Bapak rencananya gimana?"
Pemilik bangunan tersebut mengungkapkan rencananya untuk pulang ke PGH.
Dari informasi yang disampaikan oleh bapak tersebut, ternyata rata-rata bangunan yang berdiri di atas pengairan diperjualbelikan.
Dedi Mulyadi juga menyampaikan bahwa dalam minggu ini akan ada alat-alat yang turun untuk merapikan dan menertibkan kawasan tersebut.
Oleh karena itu, Dedi Mulyadi mengimbau para pemilik bangunan yang berdiri di atas pengairan agar segera bersiap-siap.
Dalam Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, ia juga mengunggah modus-modus jual beli tanah pengairan dengan caption, “Lagi-lagi modus jual beli tanah pengairan, sampai Rp35 juta, ngeri banget!!”
Unggahan tersebut mendapat respons banyak warganet yang meminta untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
"Usut tuntas, Pak. Saya yakin Pak Gubernur sanggup! Sehat selalu, Pak Gubernur," tulis salah satu dari warganet.
"Bongkar, KDM!!! Lanjutken," tulis warganet lainnya di kolom komentar.***
Editor : Eli Kustiyawati