Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Soroti Masjid Sepi dari Kegiatan Anak-Anak Mengaji, Dedi Mulyadi: Ada yang Hilang di Negeri Ini

Eka Rahmawati • Senin, 16 Juni 2025 | 18:44 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pidato dalam Musabaqah Tilawatil Qur
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pidato dalam Musabaqah Tilawatil Qur

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti tradisi yang saat ini hilang di tengah-tengah masyarakat khususnya Tatar Pasundan, salah satunya kegiatan mengaji di masjid ataupun surau.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir dalam pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadits (MTQH) tingkat Provinsi Jawa Barat di Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (15/6/2025). MTQH ke-39 tingkat Provinsi Jawa Barat itu diikuti para peserta dari 27 kabupaten dan kota se-Jabar.

Dalam pidatonya Dedi menyampaikan berbagai hal salah satunya dengan kegiatan mengaji.

"Apa yang hilang di negeri ini hari ini? Yang hilang bukan orang yang hanya tartil (membaca Al Quran secara perlahan dan jelas dengan memperhatikan tajwid atau aturan bacaan dan serta makhraj atau tempat keluarnya huruf dengan benar), tetapi yang hilang adalah tradisi mengaji," ujar Dedi Mulyadi dalam pidatonya dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.

Seiring dengan perkembangan zaman Dedi menyebut lahirlah modernisasi Al-Qur'an yang mana mengajarkan metodologi pendekatan iqra cara cepat menghafal Al-Qur'an dan cara cepat membaca Al-Qur'an. 

Namun, kata Dedi di balik modernisasi itu prosesnya ditinggalkan sehingga lahirlah wisuda-wisuda TKA dan TPA di mana-mana. 

"Baik secara syiar? Baik. Hebat secara syiar? Hebat, tetapi di balik itu, masjid-masjid sepi dari anak-anak mengaji," ungkap gubernur Jawa Barat. 

Di balik modernisasi dalam menghafal dan membaca Al Qur'an Dedi menyoroti kondisi masjid ataupun surau-surao yang kosong dari kegiatan anak-anak mengaji.  

"Di balik itu, mereka tidak mengenal dan mereka tidak dekat dengan masjid, kenapa? Karena mengajarkan Al Qur'an tidak di masjid, karena mengajarkan Al Qur'an tidak di surau akhirnya yang penting mereka bisa baca Al Qur'an tapi kedekatan emosi dengan masjidnya hilang akhirnya mereka jauh dari masjid," papar Dedi Mulyadi.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #al quran #gubernur jawa barat #mengaji