Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Sebut Dulu Belajar Membaca Al Quran Lama, Dedi Mulyadi: Dari Proses Itulah Anak-Anak Justru Jadi Sering ke Masjid

Eka Rahmawati • Selasa, 17 Juni 2025 | 09:03 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pidato dalam Musabaqah Tilawatil Qur
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pidato dalam Musabaqah Tilawatil Qur

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut proses kegiatan mengaji anak-anak saat ini berlangsung lebih cepat dibanding dulu. 

Dedi sebelumnya menyampaikan ada yang hilang di negeri ini adalah kegiatan mengaji anak-anak di masjid maupun surau. Proses modernisasi membaca Al Quran dengan tajuk cara cepat itu justru dinilai sang gubernur sebagian menghilangkan tradisi mengaji anak-anak di masjid, surau, maupun mushola. 

"Yang kedua hilangnya apa? Hilangnya proses, dulu baca Al-Qur'an berlatihnya bisa 2 tahun baru bisa, 3 tahun baru bisa, ada yang 5 tahun baru bisa," ujar Dedi Mulyadi saat hadir dalam pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadits (MTQH) tingkat Provinsi Jawa Barat di Soreang, Kabupaten Bandung dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel. 

Proses yang membutuhkan waktu lama seperti mulai mengeja, narawas hingga belajar quro itu kata Dedi anak-anak justru menjadi sering ke masjid. 

"Pada waktu proses belajar itulah dia ke mesjid, dari proses itulah masuk perjalanan spiritualitas kedekatan guru dengan murid berlatih membaca Al-Qur'an," papar Gubernur Jawa Barat. 

Bahkan dalam proses itu kata Dedi, guru bukan hanya mengajarkan Al-Qur'an, tetapi mulai mengajarkan makna maka anak-anaknya dilatih belajar puasa hingga belajar tirakat.

Maka Al-Qur'an menurut gubernur Jabar tersublimasi dalam pikiran, dalam relung bawah sadarnya.

"Karena lahir dalam relung bawah sadarnya, maka ucapannya bisa jadi tidak tartil karena ustadznya, ustadz ustadz kampung, tetapi ingat dalam ucapan yang tidak tartil itu lahirkan keikhlasan karena dia bersenyawa bersemayam dalam jiwa yang bersih," papar Dedi Mulyadi. 

Bahkan menurut sang kepala daerah, doa-doa para guru gaji atau ustadz itu menjadi doa-doa yang sampai tembus ke langit-langit, menembus batas, menembus pandang.

"Maka lahirlah anak-anak yang bercahaya karena lahirlah anak-anak yang bercahaya maka anak itu tumbuh menjadi para pemimpin, tumbuh menjadi pergerak kaum-kaum pergerakan, tumbuh menjadi kaum-kaum perubahan," jelas gubernur Jawa Barat. 

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #masjid #al quran #gubernur jawa barat