Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sebut Ciwidey, Cipanas, Pangalengan Realita Surga, Gubernur Jawa Barat Ajak Merawatnya, Dedi Mulyadi: Kalau Mencintai Al-Qur’an, Rawatlah

Mera Puspita Sari • Selasa, 17 Juni 2025 | 06:09 WIB
Pesan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat berpesan merawat Ciwidey, Cipanas, dan Pangalengan sebagai wujud tanah surga
Pesan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat berpesan merawat Ciwidey, Cipanas, dan Pangalengan sebagai wujud tanah surga

RADAR BOGOR – Belum lama ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengajak masyarakat merawat tiga daerah yang disebut sebagai realita hidup tanah surga, yaitu Ciwidey, Cipanas, dan Pangalengan.

Sebuah pesan singkat namun menyentuh disampaikan Dedi Mulyadi saat menghadiri acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) tingkat Provinsi Jawa Barat yang berlokasi di Soreang, Kabupaten Bandung, pada 15 Juni 2025.

Dalam pidatonya, Dedi Mulyadi ini mengungkapkan bahwa alam Pasundan sangat indah sebagai perwujudan realita hidup dalam Al-Qur’an tentang keindahan surga.

“Ketika Qur’an bercerita tentang air yang jernih di surga, ketika Qur’an bercerita tentang hamparan gunung yang indah di surga, ketika Qur’an bercerita tentang buah-buahan yang nanti ada di surga, seluruh cerita itu sebenarnya realita hidup yang kita dapati,” ungkapnya, dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel pada 17 Juni 2025.

“Itulah Ciwidey, itulah Cipanas, itulah Pangalengan. Itu realitas dunianya,” imbuhnya.

Dedi menambahkan perlunya seluruh elemen masyarakat, termasuk pejabat daerah yang tinggal di wilayah tersebut, untuk melakukan pemeliharaan atau perawatan.

Tindakan nyata itu merupakan perwujudan cinta terhadap Al-Qur’an, yang otomatis menggerakkan hati dan pikiran untuk merawat ciptaan-Nya.

“Karena kita sudah diberi peradaban surga yang nanti akan kita capai, surga keabadian. Maka pesan saya, kalau mencintai Al-Qur’an, rawatlah ciptaan-Nya. Cipanas sebagai simbol surga kesucian, rawatlah Ciwidey, rawatlah Pangalengan,” paparnya.

“Rawatlah gunung-gunung itu yang melahirkan air yang mengalir, bak sepenggal tanah yang diturunkan dari surga. Rawatlah pohon-pohon itu karena itu adalah alam yang digambarkan oleh Allah dalam Al-Qur’an,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan agar tidak hanya memaknai Al-Qur’an secara tekstual, tetapi juga peduli terhadap ciptaan-Nya, yakni alam.

“Jangan terbalik. Satu sisi kita sangat memaknai Al-Qur’an dan menghormati Al-Qur’an sebagai ayat yang tertulis, tapi di sisi lain, tangan kita merusak alam. Padahal itu adalah ayat yang tidak tertulis,” ujarnya.

Sebagai pemimpin Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyatakan dirinya tidak ingin mendengar tiga daerah tersebut berubah menjadi buruk.

Sebaliknya, wilayah itu harus menjadi perwujudan realita hidup surga yang memberikan ketenteraman dan kedamaian bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Jadi saya tidak mau lagi dengar ke depan—mudah-mudahan saya akan berusaha dengar—Cipanas berubah pikirannya menjadi jelek, dengar Ciwidey berubah pikirannya menjadi jelek, dengar Pangalengan berubahlah pikiran menjadi jelek,” ucapnya.

“Saya ingin ketika mendengar itu, maka denyut nadi kita berkata, ‘Ya Allah, kudapatkan surga di Tanah Sunda. Suatu saat, surga itu tetap akan terjaga sampai aku bertemu dengan-Mu di alam surga keabadian,’” pungkasnya. ***

Editor : Eli Kustiyawati
#dedi mulyadi #musabaqah tilawatil qur’an #cipanas #Ciwidey #gubernur jawa barat #pangalengan