RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melarang masyarakat agar tidak meminta sumbangan atau pungutan di jalan. Saat mendapati warga meminta sumbangan, Dedi langsung memberi teguran.
Hal tersebut terjadi saat gubernur Jawa Barat melakukan kunjungan ke wilayah Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur dengan didampingi Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian.
Di perjalanan, Dedi dan rombongan yang melintas di jalur Sukabumi-Cianjur mendapati warga tengah meminta sumbangan.
Dedi Mulyadi kemudian berbincang dengan warga yang tengah mengatur lalu lintas di jalan yang mengalami longsor tepatnya di Sagaranten, Kabupaten Sukabumi.
Gubernur Jabar menghampiri seorang wanita yang tengah memegang ember putih berisi uang hasil meminta sumbangan lantaran ia telah mengatur lalu lintas di jalur tersebut.
Wanita itu mengatakan jalan di wilayah tersebut mengalami pergerakan tanah dan kini hanya bisa dilalui satu jalur kendaraan.
Sehingga warga sekitar harus turun membantu para pengendara agar bergantian dalam melintas di jalur Sagaranten-Sukabumi itu.
"Iyeu teu menang mentaan di jalan teu meunang make kencleng, ngatur mah ngatur (Ini gak boleh meminta di jalan tidak boleh pakai kencleng mengatur ya mengatur)," ujar Dedi Mulyadi kepada warga yang meminta sumbangan di jalan dilansir dari video di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Gubernur Jabar lalu mengatakan akan memberi uang kepada warga tersebut asalkan tidak meminta sumbangan di jalan.
"Engke dibere harianna ku abdi tapi teu meunang menta ka jalan (Nanti diberi hariannya oleh saya tapi tidak boleh meminta di jalan)," sambung gubernur Jawa Barat.
"Ngerakeun (malu-maluin)," kata Dedi lagi.
Meski demikian Dedi menyebut warga sudah membantu mengatur jalan dan mereka yang akan mendapat bantuan uang asalkan tidak meminta sumbangan kepada para pengendara yang melintas.
"Engke dibere harian ku gubernur, sabab teteh ngatur jalan provinsi berarti tanggung jawab gubernur, ayeuna dibantuan ku teteh teu nanaon tapi ulah kekenclengan ngerakeun (Nanti diberi hariannya oleh gubernur karena teteh mengatur jalan provinsi berarti tanggung jawab gubernur, sekarang dibantuin sama teteh tidak apa-apa tapi jangan meminta sumbangan, malu-maluin)," ucap Dedi Mulyadi.
Tak hanya itu, Dedi juga menegur para pemuda yang meminta sumbangan di titik lainnya di jalur Sagaranten, Kabupaten Sukabumi.
Warga yang meminta uang menggunakan ember hitam itu diminta Dedi Mulyadi agar tidak melakukannya lagi.
"Iyeu di Jawa Barat kan gak boleh ada minta ember-ember begini (Ini di Jawa Barat tidak boleh ada minta ember-ember begini," kata Dedi Mulyadi.
Kepada para pemuda itu, Dedi juga mengatakan akan memberinya gaji asalkan tidak meminta sumbangan lagi.
"Ngerakeun, gak boleh pake kencleng karena gak boleh ada pungutan, (malu-maluin, tidak boleh pake kencleng karena tidak boleh ada pungutan)," ujar gubernur Jawa Barat.
Editor : Eka Rahmawati