RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuturkan, banyak orang beranggapan bahwa penambangan bisa melahirkan kemajuan dan kemakmuran.
"Dalam pandangan saya, yang hidup dan memimpin Jawa Barat, saya melihat daerah-daerah yang menjadi objek penambangan, tidak ada kemajuan dan tidak ada kemakmuran," pungkasnya.
Dedi Mulyadi menyebutkan, yang terjadi adalah kerusakan lingkungan.
"Konflik yang berkepanjangan, kemiskinan yang tidak terselesaikan," lanjutnya.
Menurut Gubernur Jawa Barat, adanya pertambangan, justru menurunkan pemikiran.
"Karena orang-orang yang pandai, orang-orang yang memiliki kemajuan, negara-negara yang tumbuh dengan pesat itu, justru mengandalkan ilmu pengetahuan," jelasnya.
Dalam melakukan pengelolaan alam, Dedi Mulyadi melanjutkan, orang-orang yang maju tidak mengeksploitasi alamnya.
"Tetapi melakukan pengelolaan dengan kecerdasannya, lahirlah kemajuan," pungkasnya.
Oleh karena itu, Gubernur Jawa Barat menyampaikan, penutupan pertambangan merupakan bagian dari ikhtiar.
"Untuk itu, semoga di Jawa Barat, penambangan-penambangan yang terus kami tutup adalah ikhtiar kami untuk membangun kemajuan," jelasnya.
Dedi Mulyadi menilai, dengan menutup pertambangan, justru sedang menjaga alam.
"Kita sedang menjaga ekosistem, dan kita sedang menjaga Jawa Barat ke depan," tandasnya.
Gubernur Jawa Barat menceritakan, ia tengah berada di Kabupaten Cianjur, untuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan infrastruktur ke depan.
"Karena Cianjur Selatan, Garut Selatan, Tasik Selatan, kemudian sampai ke Pangandaran dan mulainya dari Sukabumi, banyak sekali daerah yang belum terkoneksi infrastruktur dengan baik," terangnya.
Dedi Mulyadi dan sejumlah pihak, mulai mengidentifikasi.
"Mulai tahun depan, kita akan menata wilayah Jawa Barat Selatan," tandas Gubernur Jawa Barat.