RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa dirinya lebih suka duduk bersama warga tanpa harus menjaga jarak saat menghadiri sebuah acara.
Bahkan Dedi menggagalkan susunan acara yang telah disiapkan oleh panitia acara seperti saat hadir dalam acara peresmian Masjid Baitul Hikmah di Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur.
Menurut Dedi acara yang dihadiri olehnya bisa mengacaukan susunan acara yang sudah dibuat protokoler.
"Ripuh rek nyieun acara protokoler jeung Dedi Mulyadi mah riweuh, lengser bubar, tukang nari bubar, nu ngawal riweuh," ujar gubernur Jawa Barat dalam video yang diunggah di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel yang artinya: repot membuat acara protokoler bersama Dedi Mulyadi, repot, lengser bubar, tukang menari bubar yang mengawal juga repot.
Dalam acara tersebut, panitia telah menyusun kursi bagus untuk gubernur Jawa Barat, bupati Cianjur, serta para tamu undangan lainnya yang hadir.
Namun, setibanya di lokasi Dedi meminta agar kursi itu disingkirkan bahkan para penari yang sudah siap pun gagal tampil.
"Tenda geus dialus-alus geus dikorsian kabeh, korsi gubernur alus, korsi bupati alus, korsi Pak Tomy alus (tenda sudah dibagus-bagusin sudah diberi kursi, kursi gubernur bagus, kursi bupati bagus, kursi Pak Tomy bagus)," ucap Dedi Mulyadi.
Namun kata Dedi, kursi bagus itu tidak perlu diduduki sebab dirinya lebih memilih duduk di bawah bersama masyarakat. Meski dianggap sebagai pejabat, menurut Dedi lebih baik tetap duduk bersama warga.
"Ari diuk mah sakali kali sarua atuh, nu kasep oge diukna di dinya (Kalau duduk sekali-kali sama yang ganteng juga/merujuk ke bupati Cianjur duduknya di situ)," ungkapnya.
Sementara itu dalam acara tersebut Dedi Mulyadi didampingi Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menghadiri peresmian Masjid Baitul Hikmah yang tak jauh dari Pabrik Teh Takokak Win's Tea milik PT Harmoni Nirwana Lestari bagian Artha Graha Group serta dihadiri pengusaha Tomy Winata dan anggota DPR RI Mulyadi.
Editor : Eka Rahmawati