Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bangun Jalan Bermutu di Parungpanjang Bogor Butuh Rp1,2 Triliun, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Baru Tahun Ini Pemerintah Provinsinya Turun Tangan

Siti Dewi Yanti • Kamis, 19 Juni 2025 | 05:50 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan perbaikan jalan Parungpanjang Bogor membutuhkan dana Rp1,2 triliun
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan perbaikan jalan Parungpanjang Bogor membutuhkan dana Rp1,2 triliun

RADAR BOGOR - Dalam rapat bersama 10 gubernur di Jakarta, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan soal Kecamatan Parungpanjang Bogor.

"Parungpanjang itu kan sebuah areal yang rakyatnya hari ini kena ISPA kemudian jalannya mengalami kerusakan," tuturnya.

Dedi Mulyadi menyebutkan untuk membuat jalan bermutu di Parungpanjang Bogor membutuhkan dana triliunan rupiah.

"Baru tahun ini pemerintah provinsinya turun tangan menangani, kalau dibuat jalan bermutu itu memerlukan 1,2 triliun," ungkapnya.

Gubernur Jawa Barat membeberkan, dana Rp1,2 triliun tidak bisa digunakan untuk memulihkan satu kecamatan.

"Karena kita sangat luas kecamatannya lebih dari 600 kecamatan," sebutnya.

Dedi Mulyadi menggungkapkan, ada catatan penting yakni, masyarakatnya mengalami degradasi lingkungan.

"Sisi lain tumbuh kelas-kelas baru kota-kota baru di sekitar Jawa Barat tumbuh perhotelan, properti dari perhotelan dan properti itu pasti lahir pendapatan bagi daerahnya," lanjutnya.

Gubernur Jawa Barat membeberkan, dari sisi tersebut, lahir kesejahteraan dan kaum kapital yang menikmati penjualan batu dengan harga yang murah.

"Ini kan sesuatu yang harus segera dibicarakan dan dibahas secara bersama-sama sehingga pembangunan bisa seiring sejalan," jabarnya.

Dedi Mulyadi berharap, tidak hanya kawasan perkotaan yang mengalami kemajuan, namun desa mengalami degradasi.

"Parungpanjang tadi, tahun ini atau tahun depan tahun ini kita sudah mulai bangun jalan, tetapi kan yang jalan itu bisa rusak lagi dalam waktu tidak terlalu lama," jelasnya.

Karena, Gubernur Jawa Barat melanjutkan, mobil yang melintasi Parungpanjang berukuran sangat besar.

"Dan kita tidak bisa kontrol secara terus-menerus jumlah tonasenya di mana sih di Indonesia yang bisa dikontrol dengan baik tonase," katanya.

Namun, Dedi Mulyadi menyampaikan, harus memikirkan ketika degradasi lingkungan terjadi.

"Hutan-hutan, batunya hilang. Apa yang akan dialami oleh masyarakat sekitar dalam jangka panjang termasuk sebentar lagi masyarakat sekitar akan krisis air bersih," pungkasnya.

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #Parungpanjang Bogor #gubernur jawa barat