RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri pertemuan Forum Komunikasi Daerah Mitra Praja Utama bersama 10 gubernur dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.
Usai pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi dimintai keterangan oleh sejumlah wartawan.
Dalam keterangannya, Gubernur Jawa Barat sempat menyebutkan soal penanganan bangunan liar di Puncak Bogor.
"Penanganan saya di Puncak kemarin sesungguhnya kan saya lagi menjalankan sebuah tujuan utama menyelamatkan Jakarta, Bekasi dan Bekasi," tuturnya.
Dedi Mulyadi mengungkapkan, perlu dilakukan pemulihan lingkungan.
"Berapa ribu bangunan yang nanti harus saya angkat dari bantaran sungai," ujarnya.
Gubernur Jawa Barat juga mengungkapkan soal normalisasi sungai yang harus dilakukan.
"Menyelesaikan problem di hulu reboisasi harus kita dorong, berani berhadapan membongkar bangunan-bangunan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip lingkungan," pungkasnya.
Dedi Mulyadi mengungkapkan, Jakarta menikmati kebijakan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Nah siapa sih yang menikmati dari seluruh kebijakan itu ya Jakarta kan gitu," katanya.
Oleh karena itu, Gubernur Jawa Barat mengatakan, yang dilakukan Pemprov Jabar merupakan bentuk kemitraan dan kerja sama dengan tindakan-tindakan nyata dan terukur.
"Mengembalikan kembali tata ruang di Jawa Barat menjadi tata ruang yang memiliki basic ekologi dan mengembalikan kembali alam sebagai fungsi-fungsi penyangga bagi perkembangan Jakarta," pungkasnya.
Saat disinggung soal tambang, Dedi Mulyadi mengatakan, kebutuhan material tambang dikirim ke daerah yang mengalami pertumbuhan pembangunan pesat.
"Kebutuhan masyarakat Jabarnya sendiri kan tidak terlalu tinggi sebenarnya kecuali yang perkembangan kawasan industri di wilayah Subang, Majalengka," ujarnya.
Namun, Gubernur Jawa Barat melanjutkan, bahan materialnya tidak terlalu banyak karena industri tidak terlalu menyedot bahan material seperti pasir.
Editor : Siti Dewi Yanti