Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Ungkap Sebab dan Solusi Kerusakan Alam di Sukabumi dan Cianjur Selatan, Dedi Mulyadi: Perubahan Tata Ruang

Mera Puspita Sari • Kamis, 19 Juni 2025 | 07:17 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengungkap sebab dan solusi banjir di Sukabumi dan Cianjur Selatan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengungkap sebab dan solusi banjir di Sukabumi dan Cianjur Selatan

RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi belum lama ini mengungkapkan penyebab kerusakan alam yang terus melanda daerah Sukabumi dan Cianjur Selatan.

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi juga memaparkan solusi terbaik untuk perbaikan agar banjir maupun longsor tidak terus-menerus terjadi.

Dua daerah tersebut sangat rawan banjir berulang yang menimbulkan banyak kerugian, seperti rumah dan bangunan yang hancur serta jalan yang ambrol atau rusak.

“Kerusakan alam di Sukabumi, kerusakan alam di Cianjur Selatan, saya menyimpulkan hanya disebabkan oleh dua hal: yang satu penebangan hutan, yang satu penambangan,” ungkapnya, dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel pada 19 Juni 2025.

“Hari ini longsor, bulan depan, tahun depan longsor lagi, banjir lagi, perbaikan jalan, pembangunan rumah lagi, tidak akan selesai,” ujarnya.

Dedi Mulyadi juga mengkritik pejabat yang saat terjadi bencana justru sibuk memberikan bantuan berupa mi instan, beras, dan minyak goreng, yang menurutnya tidak menyelesaikan akar persoalan.

“Saya paling tidak suka jadi pejabat kalau ada bencana hanya sibuk mengirim beras. Saya tidak suka. Bencana bukan diselesaikan oleh mi instan, bukan diselesaikan oleh beras, bukan diselesaikan oleh minyak goreng,” tuturnya.

“Bencana diselesaikan dengan melakukan perubahan tata ruang, mengembalikan bangunan pada fungsi-fungsi bangunannya,” imbuhnya.

Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi telah bekerja sama dengan tim dari ITB untuk menggunakan bambu sebagai dasar pembangunan.

“Pada tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencanangkan membangun menggunakan bambu sebagai dasar pembangunan. Kami sudah mengumpulkan teman-teman dari ITB,” ujarnya.

Bersama tim, Dedi Mulyadi telah melakukan percobaan awal dengan membangun sekolah dari bambu. Ke depan, ia ingin pembangunan di Jabar berarsitektur bambu.

“Hari ini kami akan melakukan percobaan, membuat sekolah dari bambu, meja kursi dari bambu. Kami ingin, sepuluh tahun ke depan, membangun di Jawa Barat tanpa semen, tanpa batu. Semua berarsitektur bambu,” paparnya.

Bangunan dari bambu, menurut Dedi Mulyadi, bisa bertahan hingga seratus tahun, karena pembangunan tersebut memiliki metodologi yang jelas.

“Modal hebat. Rumah bambu itu lestari. Bambunya bisa berumur seratus tahun. Ada metodologinya,” ucapnya.

Selain itu, Dedi Mulyadi juga mengungkapkan bahwa mulai tahun 2026, daerah-daerah rawan banjir, longsor, pergeseran tanah, dan lainnya akan dijadikan kawasan reboisasi.

“Mulai tahun depan, daerah ini akan dijadikan kawasan reboisasi. Nanti hutan-hutannya akan dikavling untuk ditanami, kebunnya akan dikavling untuk ditanami,” sambungnya.

Untuk pelaksanaan rencana tersebut, Dedi Mulyadi akan menggandeng Tommy Winata beserta perusahaannya.

“Mudah-mudahan nanti Pak Tommy dan perusahaannya bisa bersama-sama mengembalikan kembali kelestarian alam,” pungkasnya.***

Editor : Eli Kustiyawati
#dedi mulyadi #sukabumi #kerusakan alam #rawan banjir #gubernur jawa barat #Cianjur Selatan