RADAR BOGOR - Kondisi sebagian jalan provinsi Jubleg-Pabuaran, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi yang mengalami longsor sudah cukup lama akhirnya diketahui Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
"Sudah berapa lama ini," ucap Gubernur Jawa Barat saat melihat jalan yang rusak.
Melihat Dedi Mulyadi datang, warga sekitar berdatangan.
Kepada Gubernur Jawa Barat, warga mengungkapkan jalan sudah longsor parah sudah 4 bulan terakhir.
Sehingga, kini sebagian jalan tidak bisa dilewati kendaraan bermotor.
Warga terpaksa membuat pembatas di jalan provinsi tersebut menggunakan kayu agar tidak ada membahayakan pengendara yang melintas.
Sebelumnya, sekitar satu tahun lalu longsor hanya diuruk dengan bahan material seadanya.
Namun, Dedi Mulyadi sempat kesal sebab ada sejumlah warga yang membantu mengatur lalu lintas sambil membawa ember untuk ngecrek atau sumbangan.
"Kan di Jawa Barat enggak boleh ada minta ember-ember begini," tegas Gubernur Jawa Barat.
Kepada Dedi mulyadi, biasanya warga bergantian berjaga di sekitar jalan longsor dalam tiga shift.
Gubernur Jawa Barat memerintahkan kepada sekelompok pemuda tersebut agar menghentikan aksinya meminta sumbangan.
"Sehari saya gaji Rp100 ribu," tegas Dedi Mulyadi.
Kemudian, Gubernur Jawa Barat mengeluarkan uang Rp2,1 juta sebagai DP dari kantongnya dan memberikan kepada sekelompok pemuda yang biasa berjaga tersebut.
Dedi Mulyadi selanjutnya meminta perwakilan warga memberikan nomor telpon kepada asisten Gubernur Jawa Barat. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim