RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan terkait persoalan jalan rusak di Tatar Pasundan yang ditargetkan 2027 mendatang sudah bisa tertangani.
Saat hadir dalam acara Abdi Nagri Nganjang Ka Warga Edisi 11 di Lapangan Bola Persiko Desa Klari dan Desa Gintungkerta, Kabupaten Karawang, belum lama ini Dedi mengungkapkan berbagai hal. Salah satunya terkait infrastruktur yang mana masih banyak jalan rusak sampai ke desa.
"Jalana geus aralus can? (jalannya sudah bagus-bagus belum)," tanya Dedi Mulyadi dilansir dari YouTube Lembur Pakuan Channel.
"Can Pak (belum pak)," jawab warga Karawang kompak.
Dedi Mulyadi kemudian mengatakan sebagian jalan sudah bagus dan diperbaiki, tetapi sebagian lagi belum oleh karena itu pemerintah akan menganani persoalan tersebut.
"Anu geus alus mah alus, tapi aya nu goreng keneh, tugas pamingpin tugas pak bupati tugas gubernur ngomean jalan goreng, nu alus geura urus, nu goreng urang garap, anu jalan provinsi bagian gubernur, jalan kabupaten bagian bupati, jalan desa bagian kades," ujar Dedi Mulyadi.
Artinya: ada yang bagus tapi ada juga yang masih jelek, tugas pemimpin, tugas Pak Bupati, tugas gubernur memperbaiki jalan jelek, yang bagus segera diurus, yang jelek kita garap, jalan provinsi bagian gubernur, jalan kabupaten bagian bupati, jalan desa bagian kades (kepala desa).
Namun kata Dedi jika anggaran desa tidak cukup, bisa oleh bupati dan jika bupati tidak cukup maka bisa ke gubernur dalam hal ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dedi kemudian menyoroti persoalan jalan rusak yang biasanya diviralkan di media sosial yang mana jalan itu jalan desa atau akses ke sawah.
"Di dideu mah tuh da aya jalan ka sawah goreng langsung ka nu Tiktokeun, Pak Dedi kumaha jalan iyeu goreng Pak Dedi, (Di sini kalau ada jalan ke sawah jelek langsung ke di ke Tiktok-an Pak Dedi bagaimana jalan ini jelek Pak Dedi)," ungkap gubernur Jawa Barat.
Meski demikian Dedi Mulyadi meneruskan informasi itu ke kepala daerah atau bupati setempat dan ternyata itu adalah jalan desa untuk menuju ke sawah.
"Geus keun bae arek jalan desa arek jalan naon pokokna 2027 anggeus tepi ka tungtung sawah, bertahap (Ya sudah tidak apa mau jalan desa mau jalan apapun pokoknya tahun 2027 selesai sampai ke ujung sawah bertahap)," kata Dedi Mulyadi.
Editor : Eka Rahmawati