RADAR BOGOR - Dilansir dari video YouTube Lembur Pakuan yang diunggah pada Kamis, 19 Juni 2025, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan sumber kebutuhan air untuk sumber daya energi.
Dedi Mulyadi menjelaskan keinginannya untuk menjadikan air sebagai sumber daya energi yang dapat disalurkan untuk berbagai kebutuhan, seperti energi listrik, peternakan dan perikanan, pembangunan area sawah, serta kebutuhan air bersih.
Hal itu diungkapkan Dedi Mulyadi dalam pertemuan dengan pemerintah DKI Jakarta.
Sumber air yang dibutuhkan seluruhnya berasal dari pegunungan yang ada di Jawa Barat.
“Seluruhnya itu bersumber dari mana? Saguling, Cirata, Jatiluhur,” kata Dedi Mulyadi.
Ia juga memaparkan sumber tersebut, mulai dari Saguling dan Cirata yang bersumber dari Gunung Wayang dan Gunung Windu.
Dedi Mulyadi juga memaparkan apa yang sebenarnya terjadi pada area pegunungan di Jawa Barat.
“Gunung Gede, Gunung Wayang, Gunung Windu, Ciremai, dan Papandayan adalah kekuatan kapital yang mengubah struktur hutan menjadi area perkebunan,” kata Dedi Mulyadi.
Pegunungan di Jawa Barat yang menjadi sumber air telah mengubah struktur tanah, yang kemudian mengubah areal hutan menjadi perkebunan.
Perkebunan tersebut menghasilkan sayur-mayur yang mengisi pasar-pasar. Hal ini menyebabkan perubahan struktur tanah yang kemudian berubah menjadi areal terbuka dan digunakan sebagai lahan perkebunan.
Hal ini melahirkan degradasi air, di mana sungai-sungai yang ada di Jawa Barat akan mengalami pendangkalan.
Hal tersebut juga berlaku untuk Jatiluhur dan Citarum. Dedi Mulyadi memaparkan bahwa hal ini menjadi ancaman terbesar bagi DKI Jakarta.
“Maka fokus kita hari ini adalah mencoba untuk mengembalikan kembali fungsi-fungsi alam itu, fungsi hutan itu,” kata Dedi Mulyadi.
Namun, hal ini juga memunculkan problem pertanahan. Masalah yang dihadapi untuk mengembalikan fungsi alam tersebut adalah sebagian lahan sudah dikuasai oleh masyarakat, di KSO oleh PTPN, serta ada juga yang telah mengalami kerusakan sangat masif.
Dedi Mulyadi juga memaparkan solusi langkah pertama yang harus dilakukan untuk menangani permasalahan tersebut.
“Untuk itulah, tahap pertama saya hari ini adalah melakukan recovery. Besok saya akan kumpulkan PTPN dan Perhutani untuk saya ajak melakukan perubahan,” pungkasnya.***
Editor : Eli Kustiyawati