RADAR BOGOR - Wakil Gubernur Jawa Barat atau Wagub Jabar Erwan Setiawan dan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman tengah menjadi sorotan.
Pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat dengan Agenda Pandangan Fraksi - Fraksi Terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2024, Erwan sempat mempertanyakan soal Sekda Provinsi Jabar Herman Suryatman.
Dalam Rapat Paripurna anggota DPRD Jabar sempat mempertanyakan tunggakan Provinsi Jawa Barat kepada BPJS Kesehatan yang mencapai Rp300 miliar lebih pada masa kepemimpinan gubernur Jawa Barat sebelumnya.
Wagub Jabar Erwan Setiawan menyebut pada tahun anggaran 2024 ia dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi belum menjabat dan penjelasan itu menurutnya sebaiknya disampaikan Sekda selaku Ketua TAPD.
"Nanti untuk penyampaian jawaban pelaksaan APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2024 yang akan menyampaikan Sekda Jawa Barat karena saya dengan Pak Gubernur pada 2024 belum menjabat," ujar Erwan dilansir dari YouTube DPRD Jawa Barat.
Erwan kemudian mempertanyakan Herman Suryatman yang merupakan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sekaligus Sekda.
"Sekalian tanyakeun ka mana wae sekda, (Sekalian tanyakan ke mana saja sekda) selama saya Paripurna mewakili Pak Gubernur belum pernah saudara Sekda hadir dan sekarang pun di kantor gak pernah ada, coba tanyakan sama yang terhormat anggota DPRD," kata Erwan Setiawan.
Pernyataan Wagub Jabar itu pun menyedot perhatian dan viral di media sosial hingga membuat Sekda Herman Suryatman buka suara.
Melalui unggahan di Instagram @hermansuryatman, Sekda Jabar mengaku tidak hadir dalam Rapat Paripurna di DPRD Provinsi Jawa Barat karena mendapat tugas dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
"Nembi dongkap wangsul ti Pasir Munjul ditugaskeun ku Bapa Aing Kang Dedi Mulyadi ngadampingi kunjungan kerja Pak Menko PMK kangge ningal paska bencana pergeseran tanah di Pasir Munjul (Baru tiba kembali dari Pasir Munjul ditugaskan oleh Bapa Aing Kang Dedi Mulyadi mendampingi kunjungan kerja Pak Menko PMK untuk melihat pasca bencana pergeseran tanah di Pasir Munjul)," ujar Herman Suryatman.
Dalam kunjungannya mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Herman menyebut di wilayah itu terdapat 249 jiwa, 83 KK, 69 rumah yang terdampak pergeseran tanah.
Herman menjelaskan saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat tengah berupaya mempercepat relokasi bersama pemerintah daerah setempat serta memastikeun dukungan logistik, layanan kesehatan, dan lain-lain bagi para pengungsi.
Untuk itu Herman meminta maaf karena tidak bisa hadir dalam Rapat Paripurna di DPRD Provinsi Jawa Barat karena bersamaan dengan kegiatan di Purwakarta. Ia juga mempersilakan publik untuk mengecek langsung apa saja kegiatannya melalui media sosial.
"Kinerja simkuring warganet tiasa cek ricek rekam jejak simkuring, simkuring totalitas (Kinerja saya warganet bisa cek rekam jejaknya, saya totalitas)," kata Herman
Terlebih menurut Herman, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dikenal sebagai pemimpin yang gerak cepat dalam mengatasi persoalan sehingga perannya sebagai Sekda juga dibutuhkan di lapangan.
Editor : Eka Rahmawati