RADAR BOGOR - Dalam pertemuan Rapat Kerja Gubernur Mitra Praja Utama Tahun 2025, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyinggung soal Parungpanjang Bogor.
"Kebutuhan terhadap material bahan bangunan yang paling dekat kita punya Bogor Barat. Di Bogor Barat itu namanya ada Parungpanjang," sebutnya.
Gubernur Jawa Barat mengatakan, Parungpanjang memberikan kontribusi terhadap pembangunan DKI Jakarta.
"Terhadap pembangunan wilayah Tangerang," tambahnya.
Dedi Mulyadi menuturkan, hotel-hotel area perumahan mewah memberikan multiplayer effect ekonomi bagi lingkungan meningkatnya pendapatan pajak daerah.
"Tetapi Parungpanjangnya mengalami problem. Problemnya apa infrastrukturnya hancur total, masyarakatnya kena ISPA," pungkasnya.
Gubernur Jawa Barat menyebutkan, biaya yang dibutuhkan untuk infrastruktur Parungpanjang sekitar Rp1,2 triliun.
"Kami akan secara bertahap membangun," lanjutnya.
Dedi Mulyadi mengungkapkan, pertumbuhan pembangunan yang terjadi di Jakarta melahirkan multiplayer effect dan orang-orang kaya baru di bidang properti.
Justru, Gubernur Jawa Barat menyampaikan, melahirkan kemiskinan dan residu pembangunan penderitaan bagi rakyat Jawa Barat.
"Harus ada recovery yang dilakukan secara bersama ini yang saya maksud," tekannya.
Dedi Mulyadi menjelaskan, daerah-daerah pegunungan sepi dari investasi ekonomi.
"Karena perkebunan teh sudah tidak menjanjikan, perkebunan karet sudah tidak menjanjikan karena dua-duanya tidak menjanjikan maka mereka memilih pertambangan dan penjualan pohon," tuturnya.
Recovery atau pemulihan, Gubernur Jawa Barat menjabarkan, harus dilakukan secara komprehensif agar pembangunan memberikan rasa adil bagi masyarakat.
Dedi Mulyadi membeberkan, kerja sama transportasi dan sejenisnya merupakan hal teknis yang mudah.
"Tetapi ada yang lebih fundamental yaitu perubahan struktur masyarakat yang katanya nanti akan menghuni semua perkotaan tetapi desa harus tetap menjadi basic energi basic pangan dan sejenisnya," jabarnya.
Di kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat menerangkan, desa secara terus menerus mengalami degradasi.
"Baik ekologi maupun fiskal. kalau pola pembangunannya tidak berkeadilan justru itu akan menjadi bencana pada suatu saat," tandas Dedi Mulyadi.
Sebagai informasi, Gubernur Jawa Barat menghadiri rapat besama Menteri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono dan 10 gubernur dari seluruh Indonesia.
Editor : Siti Dewi Yanti