RADAR BOGOR - Menindaklanjuti program normalisasi Kali Gabus di Bekasi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali melakukan pengecekan.
"Kita hari ini kembali ke Kali Gabus untuk memastikan kegiatan pembenahan daerah aliran sungai yang masih tersisa sedikit lagi," jelas Gubernur Jawa Barat saat di dalam mobilnya.
Dedi Mulyadimengatakan, ada 50 bangunan yang masih tersisa dan sudah dibongkar.
Tentunya, kata Gubernur Jawa Barat, pembongkaran tersebut pasti menimbulkan kekecewaan.
Lebih lanjut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, kekecewaan tersebut biasa.
Dedi Mulyadi menegaskan, paling utama harus menyelesaikan masalah sampai tuntas, tidak boleh setengah-setengah, tidak boleh sebagian-sebagian.
Ke depan, jelas Gubernur Jawa Barat, pemerintah daerahnya harus konsisten menjaga lingkungan.
Yang paling penting, tutur Dedi Mulyadi, tidak boleh lagi ada oknum-oknum yang menyewakan lagi bantaran sungai untuk kegiatan bisnis pribadi.
Menurut Gubernur Jawa Barat, kalau diakumulasi uangnya cukup besar.
Sebenarnya, jelas Dedi Mulyadi, mereka yang bangun juga tidak salah karena ada sebagian yang membayar pada pihak tertentu.
Gubernur Jawa Barat ingin kondisi kembali normal sehingga bencana banjir tidak ada lagi termasuk kemacetan bisa teratasi.
"Kebayang kalau jalannya sudah selesai dibangun sampai ujung sebelah sana, ini menjadi lebar enggak akan ada lagi kemacetan," kata Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat menjelaskan, pasca pembongkaran suasananya sudah sangat jauh lebih baik dibanding dulu.
"Yang untung dari semua ini siapa coba? tuh yang jualan rumah di sana tuh, yang untung dia punya akses jalan yang bagus, nanti rumahnya laku jualannya," jelas Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat pun sempat melihat warga yang membantu arus lalu lintas dan sempat dilarang meminta uang.
"Saya janji enggak boleh mungut sama mereka dan mereka benar enggak enggak ngencleng tuh ya, saya sudah ngelarang mereka ngencleng saya kasih sehari itu janjinya seorang Rp100 ribu, sehari lima orang," tutur Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat pun menjelaskan, saat ini setelah bangunan liar dibongkar maka sawahnya kembali terlihat.
Namun, Dedi Mulyadi mengaku kecewa sebab masih banyak rumput panjang di sepanjang jalan yang tidak dipotong.
"Nanti saya ke sini karena belum ada yang mengerjakan sampai hari ini, saya nanti bawa tim pemotong rumput," ucap Gubernur Jawa Barat.
"Karena saya berulang kasih tahu, siapa tahu lurahnya sadar, camatnya sadar ternyata tidak," tegas Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuturkan, kini terlihat bangunannya sudah rata semuanya tinggal dibersihkan rumputnya saja. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim