Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bongkar Bangunan Liar di Bantaran Sungai hingga Tutup Tambang Ilegal, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Punya Tujuan Ini

Eka Rahmawati • Sabtu, 21 Juni 2025 | 11:04 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menyampaikan keterangan terkait kebijakannya yang kerap menuai kontroversi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menyampaikan keterangan terkait kebijakannya yang kerap menuai kontroversi.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan terkait dengan kebijakannya membersihkan daerah aliran sungai, membongkar sejumlah bangunan hingga menutup tambang ilegal di Provinsi Jabar.

Dedi menegaskan apa yang dilakukan pihaknya memiliki tujuan. Seperti diketahui sebelumnya Dedi Mulyadi melakukan penertiban terhadap bangunan liar khususnya yang berdiri di bantaran sungai. 

Tak hanya itu Dedi juga melakukan penutupan terhadap tambang ilegal maupun tambang yang sudah memiliki izin tetapi diketahui melanggar. 

Baca Juga: Kisah Awal Mula Pertemuan Dedi Mulyadi dengan Mang Ado, Dulu Pengamen Bersuara Merdu di Pinggir Jalan, Kini Sering Tampil Bareng Gubernur Jawa Barat

Upaya yang dilakukan Gubernur Jawa Barat tersebut kerap menuai pro kontra. Meski ada yang mendukung di sisi lain ada pula yang memprotes kebijakan Gubernur Jabar.

"Saya sampaikan ya bahwa kebijakan-kebijakan saya mengenai pembersihan daerah-daerah aliran sungai membongkar bangunan itu semuanya untuk kepentingan masa depan," ujar Gubernur Jawa Barat menjelaskan tujuan dari kebijakannya itu bagaimana dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Sabtu, 21 Juni 2025.

Meski demikian Dedi mengaku memberikan solusi dalam setiap kebijakan yang dilakukannya.

"Saya memberikan solusi setiap hal yang saya jumpai, tetapi solusinya kalau jumlahnya hanya puluhan saya bisa cepat memberikan pembiayaan karena itu berasal dari uang yang saya miliki," jelas Dedi Mulyadi.

Namun jika jumlahnya ratusan Dedi akan mencari mitra untuk memberikan bantuan di antaranya dari BJB Peduli serta Baznas Provinsi Jawa Barat. Hal itu menurut kepala daerah dilakukan untuk meringankan mereka yang mengalami perubahan pola hidup dari bantaran sungai biasanya digeser ke tempat-tempat kontrakan

Tak hanya kebijakan membongkar bangunan di bantaran sungai yang berdampak pada bencana banjir, Dedi juga mengungkapkan soal kebijakan menutup tambang di Jawa Barat.

"Kemudian banyak juga yang berteriak-teriak bahwa penutupan tambang menimbulkan pengangguran, kami menderita, lupa ya tambang ilegal itu merusak jalan merugikan negara ratusan miliar bahkan triliun, dan lupa juga tambang-tambang yang Anda keruk itu menimbulkan sedimentasi sungai," tegas Dedi.

Bahkan kata Gubernur Jawa Barat itu, banyak petani yang kehilangan waktu untuk bercocok tanam karena sungainya kering, sawahnya kering.

Hanya menurut Dedi, para petani yang terdampak itu memilih diambdan tidak punya akses tidak berteriak-teriak, sehingga saatnya ia sebagai pemimpin mengaku akan membela mereka yang selama ini terdiam, terzolimi, dan tersakiti.

"Tapi mereka tidak mengkonsolidir diri dalam bentuk lembagaan, mereka tidak bisa maju karena takut takut terhadap intimidasi ancaman siapapun yang sering menjadi back up tambang ilegal," ungkap sang gubernur.

Untuk itu Dedi mengaku tidak akan pernah takut menghadapi siapa pun dan akan terus bergerak mengembalikan alam Jawa Barat menjadi alam yang indah.

"Bukan milik perorangan tapi milik seluruh rakyat milik seluruh warga negara dan alamnya bukan hanya untuk kita tapi untuk anak cucu kita ke depan," ucap Dedi Mulyadi.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #bangunan liar #gubernur jawa barat #tambang