RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di akun media sosial instagram pribadinya mengatakan, saat ini penerimaan siswa di semua jenjang pendidikan.
Gubernur Jawa Barat membocorkan data dari Badan Pusat Statistik, terkait jumlah siswa miskin di Jawa Barat.
"Masyarakat miskin ekstrem berdasarkan data BPS yaitu siswanya yang miskin itu jumlahnya 12.670 siswa," ungkapnya.
Dedi Mulyadi menyebutkan, siswa yang orang tuanya tidak memiliki kemampuan akan diberi bantuan.
"Diberikan uang untuk beli baju atau seragam sebanyak tiga seragam sepatu buku dengan nilai uang Rp3,6 juta," pungkasnya.
Gubernur Jawa Barat menuturkan, total anggaran yang disiapkan pemerintah provinsi sekitar Rp25 miliar.
"Total kebutuhannya saya ingin angkanya 75 miliar," lanjutnya.
Sehingga, Dedi Mulyadi mengatakan, jika anggaran kebutuhan Rp75 miliar, maka siswa yang mendapat bantuan Rp3,6 juta bisa bertambah.
"Jumlah orang tuanya tidak mampu itu bisa mencapai angka sekitar 20.000 orang yang nanti mendapat bantuan 3,6 juta," tekannya.
Gubernur Jawa Barat mewanti-wanti penerima bantuan harus berdasarkan data dan fakta yang memadai.
"Jangan pura-pura menjadi miskin sedangkan orang tuanya mampu," ujarnya.
Kemudian, Dedi Mulyadi melanjutkan, penerima bantuan harus dipastikan sudah diterima di sekolah negeri.
"Ini yang saya sampaikan, jadi masyarakat yang dianggap miskin sudah dipastikan sekolah SMA dan SMK-nya diterima di sekolah negeri," tekannya.
Gubernur Jawa Barat berharap, anak-anak tetap bisa bersekolah.
"Tidak ada lagi kalimat tidak mampu, karena pemerintah sudah menyiapkan berbagai fasilitas termasuk nyiapin sepatu buku baju," jelasnya.
Dedi Mulyadi menerangkan, untuk masyarakat yang anaknya kategori miskin ekstrem atau miskin tidak ekstrem mungkin nanti ada data tambahannya.
"Saya ucapkan terima kasih ya untuk semua semoga kita semuanya bisa mengedepankan pendidikan anak-anak kita," tandasnya.
Editor : Siti Dewi Yanti