RADAR BOGOR - Di hadapan masyarakat dengan tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan mencintai Bekasi.
"Nah jadi saya mencintai Bekasi, karena mencintai orang mencintai itu kadang sikapnya menyakitkan," jelas Gubernur Jawa Barat.
"Saya mencintai Bekasi, lihat Bekasinya kumuh, Bekasinya banjir berarti saya harus menyelesaikan kekumuhan dan banjir," tutur Dedi Mulyadi.
Menurut Gubernur Jawa Barat, Bupati juga mencintai Bekasi.
"Sama artinya, kalau kumuh berarti bangunan kumuhnya harus dibongkar dulu," tegas Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut Gubernur Jawa Barat mengatakan, jika banjir berarti penyebabnya harus dibereskan dahulu.
"Karena saya mencintai, kalau saya jadi gubernur tidak mencintai, ngapain datang ke Bekasi capek-capek mending di Bandung cicing, dari Bandung saya pergi ke Singapura dari Singapura saya pergi ke Perancis pulangnya cerita-cerita nih saya bawa investasi, padahal bohong," tutur Dedi Mulyadi.
"Ngapain keringetan kayak gini, dari situ lewat ke sini 2 jam, aing teh dicakar tarik ke belah ditu tarik ke belah dieu dikerewek ke belah ditu di kieu beak aing," papar Gubernur Jawa Barat menceritakan pengalamannya bersama warga.
Dedi Mulyadi meminta maaf kepada orang Bekasi karena mencintai Bekasi.
"Ku lihat Bekasi tinggi rumputnya sampai 3 meter, kulihat Bekasi sungai-sungainya keruh, kulihat penataan perumahannya berantakan," ungkap Gubernur Jawa Barat.
Dedi Mulyadi menegaskan, melihat Bekasi banyak bangunan-bangunan kumuh, pedagang pasarnya awut-awutan.
"Karena aku mencintai, maka izinkan aku untuk segera menata wajahmu," kata Gubernur Jawa Barat.
"Kalau wajahmu bopeng, maka aku bawa ke dokter kulit agar wajahnya facial, agar rambutnya direbonding agar dicurly, agar kaki dan tangannya dipedicure medicure," sambung Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan, dirinya tahu Bekasi gudangnya uang karena itu maka uang harus membawa keberkahan bukan membawa kekacauan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim