RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Sekda Jabar, Bupati Cimahi, dan OC Piala Presiden Arya Sinulingga memantau Stadion Si Jalak Harupat.
Diketahui, Stadion Si Jalak Harupat akan menjadi lokasi pertandingan kompetisi Piala Presiden 2025 yang akan digelar mulai 6 Juli 2025.
Kepada Arya Sinulingga, Dedi Mulyadi menanyakan kekurangan Stadion Si Jalak Harupat.
"Ini yang harus segera kita benahin ini drainasenya, rumputnya jelek, jadi perlu diperbaikin, enggak lama cuma seminggu," tutur Exco PSSI tersebut.
Gubernur Jawa Barat tidak ingin membebankan biaya perbaikan kepada APBD Kabupaten Cimahi.
"Jangan bebanin kabupaten. Ajuin sini bebannya," tutur Dedi Mulyadi kepada Bupati Cimahi dan Sekda Jabar.
"Tadi Pak Bupati bilang udah oke gitu ya,' imbuh Arya Sinulingga.
Sambil bercanda, Gubernur Jawa Barat menyinggung soal harga diri Bupati Cimahi.
"Jangan bebanin kabupaten. Tapi kalau Pak Bupatinya juga 'ini harga diri saya', kan terakhir jadi bupati masa enggak naik kelas," ungkapnya yang disambut dengan tawa.
Merespon perkataan Arya Sinulingga tentang sound system, Dedi Mulyadi mengatakan, kekurangan kecil atau masalah yang ada di Stadion Si Jalak Harupat bisa diatasi.
"Gampang tuh masalah yang susah itu cari masalah paling," sebutnya.
"Bupatinya punya harga diri," ujar Arya Sinulingga.
Usai meninjau stadion yang akan menjadi lokasi perhelatan Piala Presiden 2025, Gubernur Jawa Barat membuat video singkat bersama sejumlah pihak yang ikut meninjau.
"Kalau para pejabat lagi mempertaruhkan harga diri, Kalau rakyat lagi mempertaruhkan harga beras. Pokoknya kalau saya lagi mempertaruhkan harga cinta.
Karena cinta tidak ada harganya. Semoga di pertandingan sepak bola piala Presiden saya ketemu jodoh," terang Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat menyebutkan, tidak ada masalah yang tidak tuntas di Jabar, karena selalu bersama
"Ada Bapak aing, ada Bupati aing, aya Sekda aing, aya ketua OC aing. Tapi yangtidak boleh adalah pakai uang aing," tandas Dedi Mulyadi.
Editor : Siti Dewi Yanti