Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Telisik Penyebab Terjadinya Perkelahian Antar Pelajar di Jabar, Siswa di Barak Militer Bilang karena Ini
Asep Suhendar• Senin, 23 Juni 2025 | 10:01 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat berbincang dengan siswa asal Kabupaten Bogor yang dididik di barak militer.
RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunjungi siswa yang menjadi peserta pendidikan karakter di barak militer pada Minggu (22/6/2025) lalu.
Pada kunjungannya kali ini, Dedi Mulyadi menyempatkan untuk berbincang dengan beberapa peserta yang mengikuti program pendidikan barak militer tersebut.
Seperti dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, ia mencoba untuk membongkar penyebab terjadinya perkelahian antar pelajar di Jawa Barat dengan cara bertanya kepada peserta.
Setelah ditelisik lebih jauh, seorang peserta mengatakan bahwa salah satu penyebab terjadinya perkelahian di Jabar berawal dari saling sindir di media sosial.
"Pokonya di medsos itu biasanya mulainya apa sih sampai saling berkelahi seperti itu," tanya Dedi Mulyadi.
"Siap saling ejek biasanya," sahut seorang menjawab pertanyaan Gubernur Jawa Barat.
Lebih lanjut, siswa tersebut menjelaskan bahwa ejekan itu seperti menghina sekolah lain dengah kata-kata tak pantas hingga berujung janjian untuk berkelahi satu sama lain.
Sebagian dari peserta juga mengatakan bahwasanya mereka sempat mengalami hal buruk seperti terkena pukul hingga robek pada bagian kepala akibat terkena lemparan batu dari lawan mereka.
Setelah dimasukkan ke dalam program barak militer, siswa-siswa tersebut mengaku sangat senang karena bisa bersaudara dengan peserta yang lain.
Yang dulunya mereka bermusuhan, kini sudah muncul benih-benih persaudaraan yang terjalin di antara mereka, hingga bertekad untuk menyudahi permusuhan tesebut.
"Awalnya gak saling tanya, tapi makin ke sini makin akrab, harus bersama. Jiwa korsa," ucap seorang peserta didik di pendidikan karakter barak militer.
Mendengar jawaban dari siswa tersebut, Dedi Mulyadi terlihat begitu bahagia hingga memberikan apresiasi kepada mereka semua.
Progam barak militer atau barak istimewa ini memang digagas oleh Dedi Mulyadi untuk membentuk karakter siswa yang disiplin, mandiri, dan bisa menemukan jati diri mereka untuk bisa sukses di masa depan.
Sasaran dari program ini adalah peserta didik yang "nakal" seperti perkelahian antar sekolah, mengkonsumsi obat-obatan terlarang, hingga mereka yang bolos ketika jam pelajaran berlangsung.
Program ini dilaksanakan sejak Mei 2025, artinya sudah berjalan kurang lebih selama satu bulan.***