Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kisah Warga Kampung Adat Cireundeu Cimahi Sejak Dulu Tidak Makan Nasi dan Pilih Singkong hingga Disambangi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Eka Rahmawati • Senin, 23 Juni 2025 | 20:35 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengunjungi Kampung Cireundeu di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengunjungi Kampung Cireundeu di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunjungi Kampung Adat Cireundeu di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. 

Kamput Adat Cireundeu selama ini dikenal sebagi wilayah yang dihuni warga yang turun temurun tidak memakan nasi. Mereka mengganti bahan pokok dengan singkong yang dikonsumsi sejak dulu.

Dedi Mulyadi tampak kagum menyaksikan kehidupan warga di Cireundeu sebab mereka menjalankan ketahanan pangan dan bertahan hidup dengan memanfaatkan yang ada di alam. Warga mengkonsumsi beras singkong atau disebut rasi dan telah dikonsumsi secara turun temurun.

Meski tidak ada panen raya, singkong yang ditanam tumbuh subur dan mereka dengan kompak dan gotong royong berbagi sehingga tidak kekurangan bahan makanan pokok.

Tak hanya menanam singkong, warga juga melakukan ketahanan pangan dengan memelihara hewan ternak seperti kambing dan ayam. 

Gubernur Jawa Barat juga berbincang dengan seorang nenek yang bercerita tentang kesehariannya menikmati beras singkong selama puluhan tahun.

Nenek yang disapa Emak itu pun bercerita singkong yang ditanami dimanfaatkan sebagai beras singkong hingga aci. Ia juga memiliki kambing sebagai tambahan penghasilannya.

 

"Hebat Emak ketahanan pangannya," puji Dedi Mulyadi.

"Ini yang disebut masyarakat mandiri ya, jadi dia hanya punya areal yang penting arealnya jangan diganggu, dia punya domba, dia punya ayam, dia punya singkong," ungkap gubernur Jawa Barat.

Dedi sempat mencicipi beras singkong yang menurutnya rasanya mirip nasi dari beras padi.

Sang Emak mengatakan bahwa apa yang dilakukannya saat ini diajari oleh sesepuh di kampung tersebut yang telah tiada.

Selain mengkonsumsi sebagai makanan pokok, singkong juga diolah sebagai bahan makanan lainnya yang kemudian dijual seperti opak, cireng, dan lain-lain.

"Jadi ketahanan pangan ketahanan pangan yang digalakkan pemerintah pusat hari ini sesungguhnya sudah hidup dalam kehidupan masyarakat kaum tradisi kaya gini punya domba, punya hayam, punya balong, punya kebon (punya kambing, punya ayam, punya kolam, punya kebun)," jelas Dedi Mulyadi.   

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #nasi #cireundeu #singkong #gubernur jawa barat #kampung adat