Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dedi Mulyadi Ubah Alokasi Dana Hibah untuk Bangun Sekolah hingga Siapkan Beasiswa Khusus Santri, Gubernur Jawa Barat: Jadi Lebih Bermanfaat

Eka Rahmawati • Selasa, 24 Juni 2025 | 20:57 WIB

 

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan kondisi tangannya yang bengkak.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan kondisi tangannya yang bengkak.

 

RADAR BOGOR - Selama sekitar empat bulan kepemimpinannya sebagai Gubernur Jawa Barat berbagai upaya telah dilakukan oleh Dedi Mulyadi. Di antaranya telah membangun transparansi anggaran pemerintah sehingga bisa diakses oleh publik dan mengubah alokasi dana hibah di Jabar.

Dalam keterangannya melalui media sosial Selasa, 24 Juni 2025, Dedi Mulyadi mengungkapkan tentang pro kontra terhadap kebijakannya dan mengucapkan terima kasih kepada siapa pun termasuk yang mengkritiknya.

Bagi Dedi banyak yang mencintainya meski ada yang memuji ada pula mengkritik dirinya hingga memberi berbagai julukan mulai dari gubernur konten, gubernur lambe turah, Mulyono Jilid 2 hingga dengan kata-kata yang kurang pantas.

"Santai aja gak usah dibikin ribut kalau ada orang yang mengkritik karena dia sayang sama saya," kata Dedi dalam keterangannya yang dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Selasa, 24 Juni 2025.

Bagi Dedi tidak masalah jika ada yang melontarkan kata-kata kurang pantas terhadap dirinya sebab yang teroenting ia bisa menjadi pemimpin berbuat terbaik bagi kepentingan masyarakat.

"Bisa membangun transparansi anggaran pemerintah sehingga bisa mengakses, bisa merubah dana hibah yang biasanya menjadi bancakan dan itu bisa saya buktikan kebancakanannya," ungkap Dedi Mulyadi.

Langkahnya mengubah alokasi dana hibah untuk kepentingan yang masyarakat kata Dedi bisa digunakan untuk membangun sekolah baru, memperbaiki ruang kelas, serta memberikan beasiswa pada anak-anak kurang mampu.

Ia menyebut angkanya mencapai 12.600 dan dirinya ingin menambah menjadi 20 ribu agar bisa sekolah di sekolah pemerintah.

"Kemudian nanti mendapat dana alokasi Rp3,6 juta untuk beli sepatu, beli baju, sekolah dan mereka bisa bersekolah dengan baik," jelas sang gubernur.

Selain itu Dedi juga menjelaskan sudah menyiapkan beasiswa bagi masyarakat yang tidak mampu di seluruh provinsi Jawa Barat.

Ia mengungkap berbagai kebijakan khususnya soal anggaran sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat seperti jalan-jalan yang kini sudah mulai dibangun mulus di berbagai tempat di Jawa Barat khususnya jalan provinsi.

"Kemudian ini nih BPJS nunggak Rp334 miliar tidak dibayarkan sehingga nanti banyak warga yang tidak bisa dibayarkan BPJS ketika sakit, di perubahan anggaran akan saya masukkan," ungkap Gubernur Jawa Barat.

Tak hanya itu Dedi juga menyampaikan pembangunan jembatan gantung sudah mulai dilakukan dan di sisi lain warga yang mengeluh rumahnya terkena longsor sekarang secara perlahan ditangani.

"Seluruh rangkaian itu dilakukan untuk kebaikan masyarakat, bagi saya seorang pemimpin yang diutamakan adalah kepentingan banyak orang bukan kepentingan segelintir orang, walaupun mengutamakan kepentingan banyak orang pasti mengecewakan kepentingan sedikit orang," ucap Dedi.

Bagi gubernur Jawa Barat menjadi pemimpin terpenting adalah mampu mengelola keuangan negara dengan baik dan menggunakan sebesar-besarnya untuk rakyat. 

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #dana hibah