RADAR BOGOR - Seorang ibu di Bekasi yang mendapat perlakuan buruk anak semata wayangnya mengungkapkan apa yang dialaminya saat bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Setelah viral di media sosial dan sang anak kini ditangkap polisi lantaran melakukan pemukulan terhadap ibu kandungnya, Dedi Mulyadi bergerak cepat hingga memberi bantuan.
Dalam percakapan dengan seorang ibu bernama Melani asal Bekasi, Jawa Barat, Dedi Mulyadi berencana membeli rumah yang ditempatinya dan kini dalam proses lelang bank.
Melani yang datang bersama sang ayah menceritakan bahwa rumah yang ditempatinya dalam proses lelang bank karena tak mampu membayar utang ke bank untuk modal usaha.
Dedi lantas berencana membeli rumah tersebut dan bisa ditempati oleh Melani dan sang ayah sampai kapan pun. Tak hanya itu, Dedi juga memberinya sejumlah uang untuk kebutuhan Melani terlebih ia tidak bisa bekerja sementara waktu karena peristiwa yang dialaminya.
"Rumahnya saya beli, bapak dan ibu bisa tinggal di situ sampai kapan pun," kata Dedi Mulyadi dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Mendapat sejumlah bantuan dari gubernur Jawa Barat membuat wanita yang telah bercerai dengan suaminya itu terharu dan menangis serta mengucapkan terima kasih.
Dedi lantas menyebut bahwa apa yang dialaminya ada hikmahnya tanpa harus membenarkan perlakuan anak korban yang membuat wanita yang telah melahirkannya terluka.
"Ternyata di balik peristiwa itu ada hikmahnya," ucap Dedi Mulyadi menanggapi apa yang dialami seorang ibu di Bekasi.
Sebelumnya Melani, seorang ibu di Bekasi viral di media sosial lantaran video saat dirinya dipukul anak kandungnya beredar. Pelaku MI berusia 23 tahun kini telah ditangkap polisi dan ditahan.
Meski anak semata wayangnya kini harus berada di balik jeruji besi alias penjara, tetapi wanita yang mencari nafkah dengan membantu tetangganya membuat kue itu menyebut proses hukum akan terus berlanjut.
"Proses hukum terus berlanjut karena udah keterlaluan," ucap Melani saat berbincang dengan Dedi Mulyadi.
Ia berharap peristiwa itu bisa membuat putraya jera sebab apa yang dilakukannya menurutnya sudah keterlaluan.
"Mudah-mudahan dia menyadari kesalahan," kata Melani seraya menangis di hadapan gubernur Jawa Barat.
Di sisi lain Melani mengungkapkan bahwa ia memaafkan apa yang diperbuat putranya walau menyakitkan. Namun, wanita berusia 46 tahun itu berharap proses hukum terus berlanjut dan anaknya mendapat hukuman akibat perbuatannya.
Editor : Eka Rahmawati