RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyempatkan diri berbincang dengan seorang ibu yang menjadi korban perlakuan buruk anak kandungnya.
Dedi Mulyadi mencoba menelisik masalah yang terjadi hingga sang anak tega bersikap kasar pada ibunya sendiri.
Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi, pada Senin, 23 Juni 2025, Dedi Mulyadi itu bertanya mengenai masalah yang membuat terduga pelaku marah besar.
“Yang suka membuat dia marah atau tidak terima pada sikap Ibu apa?” tanya Dedi Mulyadi.
Suami korban lantas mengatakan bahwa yang membuat anaknya marah adalah ketika semua permintaannya tidak terpenuhi.
“Kalau permintaan dia tidak terpenuhi,” ucap suami korban.
Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi kembali bertanya soal permintaan sang anak.
“Emang suka minta apa?” tanya lagi Gubernur Jawa Barat.
Ayah terduga pelaku kemudian menjelaskan bahwa anaknya sering meminta sejumlah uang dan akan marah apabila permintaannya tidak dipenuhi.
Kemarahan terbesar anak tersebut terjadi saat ia menganiaya ibunya dengan sangat tragis. Korban pun mengingat kembali kronologi kejadian tersebut.
Menurutnya, semua bermula saat sang anak meminta uang sebesar Rp30.000 untuk ongkos bekerja.
Namun, korban tidak bisa memberikannya karena sedang mengalami kesulitan ekonomi. Hal itu membuat terduga pelaku sangat kesal dan meminta ibunya meminjam sepeda motor ke tetangga.
Sayangnya, tidak ada tetangga yang bersedia meminjamkan sepeda motor. Mengetahui hal itu, sang anak semakin marah, terutama ketika ia mengira ibunya telah melemparkan telepon genggam miliknya.
“Lu ngebanting handphone gua.”
“Nggak, aku nggak ngebanting handphone kamu. Udah dari situ,” ungkap korban.
Untuk melampiaskan emosinya, sang anak kemudian marah dan memukul korban hingga terjatuh. Korban pun lari keluar rumah karena takut anaknya akan melakukan tindakan yang lebih buruk.
“Aku yang keluar, aku takut, kan. Keluar ke tempat yang sebelahnya ada bangunan,” pungkas korban.
Terduga pelaku kini sedang diproses oleh pihak kepolisian guna mempertanggungjawabkan perbuatannya yang dengan gagah menganiaya ibu kandungnya sendiri.***
Editor : Eli Kustiyawati