RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan kabar terbaru terkait kondisi seorang ibu, korban perlakuan buruk oleh anak kandungnya di Bekasi.
Diketahui sebelumnya, Dedi Mulyadi akan membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan CT scan pada bagian kepala.
Dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi memperlihatkan proses pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit terhadap korban.
Saat dilakukan proses pemeriksaan oleh pihak rumah sakit, sang ibu menjelaskan bahwa ia dipukul menggunakan tangan.
Setelah proses pemeriksaan dilakukan, pihak rumah sakit mengatakan bahwa kondisi korban masih baik-baik saja. Dalam hal ini, tidak ada pendarahan atau fraktur tulang yang dialami pascakejadian.
"Saya sudah melakukan hasil CT scan dan juga hasil rontgen. Dari kesimpulannya sih, insyaallah masih bagus, Pak, ya. Tidak ada pendarahan ataupun fraktur tulang, ya," kata pihak rumah sakit yang melakukan pemeriksaan.
Lebih lanjut, pihak rumah sakit juga menegaskan bahwa di bagian kepala yang dikeluhkan oleh korban tidak terjadi masalah yang cukup serius.
Dengan kata lain, tidak ada retakan atau patah tulang yang diakibatkan oleh benturan saat peristiwa terjadi.
"Padahal ibunya kan mengeluhkan area kepala kiri dan kanan, makanya saya cek, ininya tidak ada patah, ya. Ini sebelah kanan, ini sebelah kiri," ungkap pihak rumah sakit.
Begitu pula hasil rontgen menunjukkan bahwa bagian pinggang korban dalam kondisi cukup baik. Oleh karena itu, pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban tidak perlu dirawat inap dan hanya menganjurkan rawat jalan.
Selaras dengan itu, Dedi Mulyadi juga memberikan kabar melalui Instagram pribadinya bahwa kondisi ibu yang menjadi korban kini dalam keadaan baik-baik saja.
"Alhamdulillah, tidak ada luka parah atau pendarahan akibat pemukulan yang dilakukan oleh anaknya," tulis Dedi Mulyadi.
Sekadar mengingatkan, peristiwa yang dialami korban sempat viral di media sosial. Hal itu akhirnya mendapat respons dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Saat pertama kali bertemu Dedi Mulyadi, korban mengungkapkan masalah hingga kronologi kejadian yang dialaminya. Saat itu, sang anak meminta uang untuk ongkos bekerja.
Kemudian, ia juga meminta sang ibu untuk meminjamkan sepeda motor kepada tetangga mereka. Karena keinginannya tidak dikabulkan, sang anak pun marah dan melakukan tindakan kasar terhadap korban.
Korban sempat mengaku pusing sebelum akhirnya keluar rumah karena takut sang anak akan melakukan tindakan yang lebih parah dari sebelumnya.***
Editor : Eli Kustiyawati