RADAR BOGOR - Seorang wanita viral di media sosial karena meminta kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar memberikan sanksi bagi masyarakat Jabar yang tidak menggunakan bahasa Sunda dan mengirim ke barak militer.
Sanksi yang diusulkan oleh wanita tersebut kepada Dedi Mulyadi tidak main-main, menurutnya warga Jawa Barat yang tidak mau lagi berbahasa Sunda harus dimasukkan ke barak militer.
Wanita tersebut diketahui bernama Adel dan membuat surat terbuka kepada Dedi Mulyadi untuk memasukan orang tidak mau menggunakan bahasa Sunda ke barak militer selama satu bulan.
"Pak Dedi, Pak Dedi, atuh menawi ieu mah teu kenging murang kalih anu baong hungkul anu dilebetkeun KA barak teh, tapi sakantenan ieuh orang Sunda anu tos aralimen nganggo bahasa Sunda Tan nitip atuh pak Dedi nya, manawi ieu mah sasasih weh," kata Adel dalam video Instagram @adel.trifawijaya dan diunggah ulang akun Instagram @dedimulyadi71, Selasa, 24 Juni 2025.
Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yaitu sebagai berikut: Pak Dedi, Pak Dedi, sebaiknya jangan anak kecil saja yang dimasukkan ke barak, tapi sekalian orang Sunda yang tidak mau menggunakan bahasa Sunda, nah titip pak Dedi satu bulan saja.
Selain itu ia juga meminta agar Dedi Mulyadi menanggapi video yang dibuatnya hingga akhirnya, Gubernur Jawa Barat itu memposting ulang pada akun Instagram pribadinya.
Pada unggah ulang video tersebut, Dedi Mulyadi memberikan keterangan yang cukup menyita perhatian.
"Ini kok malah saya takut ya," tulis keterangan di akun Instagram resmi Dedi Mulyadi.
Bukan hanya gubernur Jabar yang menanggapi permintaan wanita tersebut, tapi warganet juga berbondong-bondong memberikan komentar.
"Naha abdi oge jadi sieun ku ibu (Kenapa saya juga jadi takut sama ibu)," tulis seorang warganet.
"Atuda kumaha pak Dedi, kebiasaan bahasa Sunda wae. Sakalina KA kota teh anu meni balelol," tulis seorang netizen.
Jika diterjemahkan, ya bagaimana pak Dedi, sudah menjadi kebiasaan menggunakan bahasa Sunda. Sekalinya ke kota jadi tidak jelas ngobrol.
Demikian tanggapan Dedi Mulyadi dan juga warganet soal permintaan seorang wanita yang viral di media sosial menginginkan agar masyarakat Jawa Barat yang tidak berbahasa Sunda dimasukkan ke barak militer.***