RADAR BOGOR - Seorang ibu di Bekasi, Melani tak menyangka sang anak semata wayang yang sangat ia sayangi melukai hati dan fisiknya. Apa yang dialami Melani sempat viral di media sosial karena sang anak terekam kamera memukul dirinya hingga membuat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun tangan.
Anak Melani, MI pemuda berusia 23 tahun itu telah ditangkap polisi kini tengah menjalani proses hukum usai melakukan perbuatan buruk terhadap ibu kandungnya sendiri. Perjuangan Melani, seorang ibu yang mendapat perlakuan buruk anak kandungnya sendiri menyedot perhatian.
Dedi Mulyadi belum lama ini bertemu Melani yang datang ditemani sang ayah ke Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Di hadapan Dedi, wanita berusia 46 tahun itu menceritakan apa yang menimpanya.
Wanita yang mengenakan jilbab biru muda itu duduk berhadapan dengan sang kepala daerah. Di sampingnya ada ayah Melani yang meski sudah usia lanjut tetapi menemaninya bertemu gubernur Jabar. Wanita dengan mata sembap itu mengaku sangat menyayangi putranya.
"Sayang banget," aku Melani kepada Dedi Mulyadi dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Melani yang tinggal di Bekasi Timur, Kota Bekasi menceritakan bahwa sang putra merupakan anak satu-satunya dari pernikahannya yang telah berakhir. Melani dan mantan suaminya bercerai sejak 2006 lalu dan hingga saat ini tak menafkahinya.
Ibu satu anak itu tinggal di rumah sang ayah bersama putra satu-satunya. Namun, rumah yang ditempatinya itu dalam proses lelang bank. Beberapa tahun lalu, keluarga Melani pernah meminjam uang ke bank dan menjaminkan rumah untuk modal usaha. Lantaran tidak sanggup membayar, bank melelang rumah yang ditempatinya.
Belum sempat terlelang, peristiwa nahas dialami Melani yang mendapat perlakuan buruk putra semata wayangnya, MI pada Kamis, 19 Juni 2025 lalu di teras rumahnya.
Ketika itu MI marah karena ibunya tak memberi uang Rp30 ribu dan tak dapat mencari pinjaman motor. MI yang masih menganggur berencana pergi ke sebuah warung kopi yang rencananya akan menjadi tempat kerjanya.
"Sebelumnya marah karena minta uang tapi gak separah ini. Kemaren minta Rp30 ribu tapi gak ada, bilangnya buat ongkos kerja," ucap wanita 46 tahun itu.
"Aku bilang ada sepeda di rumah pake aja sepeda, dia gak mau. Suruh saya pinjam cari motor ke tetangga gak dapat dia marah. Mengira saya membanting HP padahal hanya menyimpan dan dari situ ngamuk," jelas Melani mengungkapkan kronologi peristiwa yang dialaminya hingga viral di media sosial itu.
Dedi lantas menanyakan hubungan selama ini dengan sang anak yang diakui Melani kadang-kadang tegang. Puncaknya, sang putra marah hingga melakukan perbuatan buruk terhadap ibu kandungnya sendiri.
"Ibu kerja apa?" tanya gubernur Jawa Barat.
"Bantuin tetangga bikin kue," jawab Melani.
Ia berjuang mencari nafkah untuk keperluan sehari-hari dengan bekerja di tetangganya membuat kue dengan upah Rp40 ribu. Melani mengaku dari upah tersebut Rp20 ribu dalam bentuk uang dan Rp20 ribu dalam bentuk makanan. Uang itu ia pakai untuk kebutuhan makan sehari-hari bersama sang ayah, dirinya, dan juga anak semata wayangnya, MI.
Setelah peristiwa itu terjadi, Melani berharap putranya bisa berubah dan menyadari kesalahannya.
"Bagaimana sikap ibu?" tanya Dedi Mulyadi.
"Proses hukum terus berlanjut karena udah keterlaluan," jawab Melani meski di sisi lain ia mengaku tidak tega karena sang anak harus dipenjara, tetapi di sisi lain ia berharap putranya bisa menjadi lebih baik.
"Secara hati memaafkan, secara proses hukum berlanjut," katanya lagi.
Di sisi lain, rumah yang ditempati Melani dan sedang dilelang oleh pihak bank rencananya akan dibeli oleh Dedi Mulyadi dan bisa ditempati Melani serta keluarganya sampai kapan pun.
"Saya ikut lelang saya bayarin, rumah itu jadi milik saya, ibu dan bapak boleh tinggal sampai kapan pun," ujar gubernur Jawa Barat hingga membuat Melani dan sang ayah menangis terharu serta mengucapkan terima kasih atas bantuan sang kepala daerah.
Dedi menyebut bahwa di balik setiap peristiwa ada hikmahnya, ia juga memuji perjuangan Melani yang harus mencari nafkah tanpa suami demi menghidupi anak dan ayahnya meski akhirnya diperlakukan buruk oleh putra semata wayangnya serta mendapat cobaan yang luar biasa.
"Ibu dan bapak lagi diantar ke saya supaya masalahnya selesai," kata gubernur Jabar menjelaskan hikmah di balik peristiwa yang dialaminya.
Editor : Eka Rahmawati