RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menemui keluarga pria yang ditahan karena diduga membeli motor hasil curian.
Berdasarkan pengakuan keluarga, motor tersebut akan digunakan untuk mendapatkan penghasilan lain selain bekerja di konveksi.
"Nah kemudian, kan kalau beli motor kan harus ada suratnya," tutur Gubernur Jawa Barat.
"Mahal katanya, jadi enggak mampu beli Pak. Jadi kan kalau ada suratnya mahal katanya, dia jadi enggak mampu enggak punya duitnya. Sudah 2 minggu enggak ada gitu ditunggu-tunggu," ungkap pihak keluarga.
Dedi Mulyadi mengatakan, tidak bermaksud menyalahkan pria yang diduga membeli motor hasil curian.
"Ini bagian saya gubernur nih, kan harus ngajarin juga pada masyarakat. Kalau beli kendaraan yang ada suratnya.
"Karena kendaraan itu kalau ada suratnya, pertama kendaraan itu dijamin kehalalan mendapatkannya artinya tidak bermasalah secara hukum," lanjutnya.
Gubernur Jawa Barat melanjutkan, kendaraan yang memiliki surat, memberikan kontribusi untuk pembayaran pajak.
"Saya gubernur saya harus ngomongnya begitu kan harusnya ngomong gitu dulu. Nah pertanyaannya kenapa melakukan itu?" tanyanya.
"Enggak tahu mungkin enggak punya duit, pengin motor ada STNK, suratannya cuman enggak mampu beli untuk ojek katanya," ungkap pihak keluarga.
Dedi Mulyadi menerangkan, peristiwa yang menimpa pria yang diduga membeli motor hasil curian, merupakan pelajaran penting bagi warga Jawa Barat.
"Yang tidak ada suratnya dimungkinkan motor itu satu memang surat-suratnya tidak diurus sejak lama, tidak bayar pajak sehingga hangus.
Atau STNK-nya hilang atau BPKB-nya hilang tetapi tidak diganti dengan STNK atau BPKB baru yang keduanya dimungkinkan motor itu hasil kejahatan dimungkinkan," jelasnya.
Lebih lanjut, pihak keluarga menceritakan, penjual motor sudah ditangkap.
Editor : Siti Dewi Yanti