RADAR BOGOR - Mahasiswi Universitas Padjadjaran (Unpad) yang berasal dari Cibinong, Kabupaten Bogor motornya hilang dicuri saat parkir di kos-kosan di Jatinangor, Sumedang. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membelikannya motor baru untuk mahasiswi yang diketahui bernama Yusra tersebut.
Apa yang dialami Yusra merupakan langkah yang dilakukan gubernur Jabar menindaklanjuti masalah yang dihadapi oleh Usep, pria yang membeli motor tanpa STNK serta BPKB dan ternyata motor curian hingga membuatnya ditangkap polisi.
Dedi sebelumnya sudah bertemu dengan keluarga Usep dan sedang mengupayakan restorative justice agar masalah tersebut bisa diselesaikan.
Sebelum melapor ke polisi Yusra sempat melakukan pencarian terhadap motornya yang hilang di sekitar kos-kosan tempatnya tinggal tetapi belum membuahkan hasil.
Mahasiswi semester 2 jurusan Administrasi Pemerintahan itu lalu melapor ke Polsek Jatinangor dan tak lama kemudian mendapat kabar pelaku pencurian motor miliknya ditangkap dan diamankan oleh petugas di Polres Sumedang.
"Dikasih tahu penyidiknya udah ketemu, di Polres Sumedang besoknya ketemulah, tapi ternyata motor saya sudah dijual," jelas mahasiswi berusia 19 tahun itu.
Pelaku pencurian motor Yusra yang ditangkap polisi diketahui bernama Taufik dan tinggal tak jauh dari kos-kosan tempatnya tinggal di kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
Namun, Taufik telah menjual motornya kepada Usep melalui Facebook seharga Rp2 juta. Setelah menangkap Taufik, polisi juga meringkus Usep yang dalam keterangannya mengaku tidak tahu kalau motor yang dibelinya tanpa STNK dan BPKB itu adalah hasil curian.
Meski demikian Usep tetap menjalani proses hukum dan disangkakan sebagai penadah atau diduga membeli barang hasil curian. Yusra juga sudah bertemu dengan Usep di Kejaksaan Negeri Sumedang.
"Kasihan gak (ke Usep)?" tanya Dedi Mulyadi.
"Kasihan Pak," jawab Yusra yang juga mengaku telah mengetahui Usep memiliki tiga anak yang masih kecil dan anak bungsunya lahir.
"Kalau menurut hukum penadah, tapi dalam pemahaman saya yang disebut dengan penadah adalah orang yang berusaha menampung barang curian, usaha (bisnis) dari barang curian dengan kesadaran," jelas Dedi.
"Pak Usep mah saking teu boga duit saking ku polos hayang punya motor tidak tahu bahwa motornya bodong dan hasil curian," sambung Dedi Mulyadi yang artinya Pak Usep saking tidak punya uang dan polos ingin memiliki motor tidak tahu bahwa motornya bodong dan hasil curian.
Meski demikian Dedi tidak membenarkan sikap Usep yang membeli barang tanpa surat-surat lengkap apalagi motor bekas yang tidak dilengkapi STNK serta BPKB.
"Tapi ya hukum itu tidak pernah mengenal tahu dan tidak tahu yang penting faktanya ada," ucap Dedi.
Setelah mendengar pernyataan Dedi Mulyadi, Yusra menyampaikan telah memaafkan apa yang dilakukan Usep.
"Saya memaafkan berharap kedepannya mungkin bisa jadi pelajaran, bisa juga jadi titik awal titik baliknya Pak Usep untuk jadi lebih baik lagi apalagi demi anak-anaknya yang masih kecil, demi istrinya juga demi keluarganya yang udah memperjuangkan banget," ujar Yusra.
Atas keikhlasan Yusra memaafkan Usep, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kemudian membelikannya motor baru yang bisa digunakannya untuk beraktivitas ke kampus. Sebab setelah motornya hilang April 2025 lalu, Yusra harus jalan kaki ke tempatnya kuliah.
Yusra dan sang ibu terharu mendapat motor baru dan mengucapkan terima kasih kepada Dedi Mulyadi. Dedi lalu menyarankan Yusra agar memberikan motor miliknya yang sebelumnya dicuri untuk diserahkan kepada Usep.
"Mau nggak motor itu dikasihin ke Pak Usep untuk ngojek?" tanya gubernur Jawa Barat.
"Iya nggak apa-apa," ucap Yusra.
"Motor dikasihin ke Pak Usep untuk ngojek, Teteh saya beliin motor baru yang standarnya di atas itu besok motornya saya kirim," ujar Dedi Mulyadi disambut tangis haru.
Editor : Eka Rahmawati