RADAR BOGOR - Saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan pengamen janda yang memiliki tiga putri, salah satu anaknya langsung menangis.
Saat sang ibu tengah berbincang dengan Dedi Mulyadi, sang anak terus menangis dan meminta pulang karena takut.
"Takut bu, ayo pulang," ungkapnya.
Usai berbicara dengan sang ibu, Gubernur Jawa Barat menanyakan apakah ibu anak tersebut mengenalinya.
"Bu kenal sama saya?" tanyanya.
"Iya kenal, Pak Dedi," jawab janda pengamen dan anaknya.
Mendengar perkataan sang anak, Dedi Mulyadi menanyakan alasan anak tersebut takut saat melihatnya.
"Kamu tahu, kenapa sama Pak Dedi kamu takut?" tanyanya.
"Takut dibawa ke barak," jawab anak tersebut.
"Kenapa takut dibawa ke barak, kamu suka main HP?" tanya Gubernur Jawa Barat.
"Enggak, aku mau sekolah," ungkap anak tersebut.
Kepada Dedi Mulyadi, anak tersebut mengaku tidak suka main telepon genggam dan jajan Rp1.000 sampai Rp2.000 sehari.
"Ya kalau kamu enggak main HP, enggak suka jajan, enggak ngelawan sama mama kamu, kamu enggak dibawa ke barak.
Jadi kamu takut sama saya, dari tadi takut dibawa ke barak. Waduh saya jadi ditakutin banget sama anak-anak," tandas Gubernur Jawa Barat.
Sang anak mengungkapkan, suka melihat video Dedi Mulyadi melalui kanal media sosial.
"Kamu suka lihat YouTube di siapa?" tanyanya.
"Hp-nya Ibu, tiba-tiba ada Pak Dedi, dibawa ke barak tiba-tiba," ujar anak tersebut.
Gubernur Jawa Barat meminta kepada putri janda pengamen tersebut untuk tidak mengikuti sang ibu yang ngamen.
"Bisa enggak, mulai besok kamu jangan ngikut ngamen?" tanyanya.
"Mau enggak ikut, tidur siang," ucap sang anak.
"Makan yang benar, beres-beres di rumahnya jangan kumuh. kamu jajan sehari berapa?" tanya Dedi Mulyadi.
"Rp2.000," jawab anak tersebut.
Berdasarkan pengakuan sang anak dan ibu, anak perempuan tersebut sedang belajar di jenjang pendidikan SD dan belum bisa membaca.
"Sekarang sekolah kelas berapa?" tanya Gubernur Jawa Barat.
"Kelas dua," jawab anak tersebut.
Anak pengamen janda tersebut menceritakan belum lancar membaca, namun bisa membaca huruf hijaiyah dengan baik.
Dedi Mulyadi pun meminta sang anak untuk melafadzkan huruf hijaiyah.
"Ayo ngaji, bismillah," sebutnya.
Kepada Gubernur Jawa Barat, pengamen janda mengatakan, harus mengeluarkan uang Rp15ribu untuk jajan anaknya.
"Gimana dirubah engga usah jajan, Rp15 ribu buat beli telor, minyak goreng," pinta Dedi Mulyadi.
Namun, sang ibu menyebutkan, anak-anaknya tidak mau sekolah, jika tidak diberi jajan.
"Ya bilang kalau mau jajan terus dibawa ke barak, benar enggak? Kamu enggak akan jajan, daripada dibawa ke barak, benar enggak? tanya Gubernur Jawa Barat.
"Benar," jawab sang anak.
Editor : Siti Dewi Yanti