Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Warisi Arsitektur yang Baik, Gubernur Jawa Barat Ungkap Ciawijapura Cirebon Bisa Jadi Desa Wisata, Dedi Mulyadi: Saya Kirim Tim Arsitek

Mera Puspita Sari • Jumat, 27 Juni 2025 | 12:40 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat berkunjung ke calon desa wisata Ciawijapura, Cirebon
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat berkunjung ke calon desa wisata Ciawijapura, Cirebon

RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi baru-baru ini berkunjung ke daerah pedesaan, tepatnya Ciawijapura, Cirebon.

Dalam kunjungannya, Dedi Mulyadi memborong 2 ton melon hasil BUMDes Ciawijapura, Cirebon, yang akan dibagikan kepada warga di sana.

Selain sidak kebun melon, Dedi Mulyadi menyampaikan pesan di hadapan seluruh warga serta jajaran pejabat daerah, bahwa wilayah tersebut akan dijadikan desa wisata.

Desa yang merupakan bagian dari Cirebon itu sudah memiliki warisan arsitektur yang menawan.

“Sebenarnya, alam Cirebon itu bagus, ya kan? Kemudian, wong Cirebon sudah punya warisan arsitektur yang baik. Punya pagar-pagar yang baik, punya desain rumah yang baik,” ungkapnya, dilansir dari YouTube Lembur Pakuan Channel pada 27 Juni 2025.

Bahkan, ia mengemukakan bahwa arsitektur indah tersebut sebaiknya lebih dikembangkan lagi. Dedi mengaku akan membawa tim arsitek khusus untuk mempercantik desa.

“Itu ke depan harus dikembangkan menjadi arsitektur kita lagi. Nah, jadi kalau batas-batas gapura ini, kalau pinggirnya nanti dikasih beberapa titik. Nanti saya kirim tim arsitek saya untuk nata ini,” tuturnya.

Menurutnya, ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan keindahan alam di sana sehingga perlu pembenahan.

“Soalnya nggak cocok. Saya perhatiin, sawah gunungnya indah, gentengnya genteng kecer. Kemudian dipakai apa itu, baja ringan. Nggak cocok. Jadi kurang match,” paparnya.

Dedi Mulyadi bahkan memberi contoh Lembur Pakuan yang kini bersih dan indah, sehingga berhasil menjadi desa wisata dengan jumlah pengunjung mencapai puluhan ribu tiap minggu.

“Ibu (kepala desa) belajar ke Lembur Pakuan. Lembur Pakuan itu nggak diapa-apain, cuma jalannya dirapihin, dikasih garis, sampahnya dibersihkan. Sekarang indah, loh. Tingkat kunjungannya sudah 63 ribu dalam setiap minggu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa penghasilan warga sekitar yang berprofesi sebagai pedagang juga ikut meningkat saat Lembur Pakuan tertata dengan baik.

“Tukang satenya penghasilannya sudah Rp100 juta kalau Sabtu–Minggu. Tukang bala-balanya sudah Rp2,5 juta, tuh, kalau jualan bala-bala itu. Udah tinggi,” ucapnya.

Ia pun berpesan bahwa hal paling utama bukanlah uang, melainkan dimulai dari kebersihan terlebih dahulu. Jika sudah terpenuhi, uang akan mengikuti.

“Tetapi, ya, satu hal, di kepalanya jangan cari duit dulu. Di kepalanya menjaga kebersihan dan keindahan dulu,” kata Dedi Mulyadi.

“Kalau bersihnya sudah terbangun, indahnya sudah tertata, duit itu datang. Kita ini kebalik, duit dulu. Bener nggak?” imbuhnya.

Ia kembali mengimbau bahwa jika ingin menjadi desa wisata dengan pertumbuhan ekonomi meningkat, kebersihan harus menjadi perhatian utama, seperti pengelolaan sampah, hingga dapur rumah tangga yang masih memakai kayu bakar.

“Mulai sekarang, kalau desa ini ingin jadi desa wisata, kebersihannya jaga. Sampahnya urus. Dapurnya urus. Ibu-ibu kalau masak pakai kayu bakar, itu dicari,” sambungnya.

“Rumah saya itu pas masaknya pakai kayu bakar. Tiap orang dari mana-mana video dapur. Saya bilang: ‘Aneh-aneh aja’,” pungkasnya.***

Agam Rinjani pun mulai menarik simpati jagat maya setelah membagikan video saat dirinya mengevakuasi jenazah Juliana Marinsdari jurang dengan kedalaman 600 meter.
Agam Rinjani pun mulai menarik simpati jagat maya setelah membagikan video saat dirinya mengevakuasi jenazah Juliana Marinsdari jurang dengan kedalaman 600 meter.
Editor : Eli Kustiyawati
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #cirebon #wisata