RADAR BOGOR - Dengan tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta agar ibu-ibu fokus dalam menjaga rumah tangganya.
Gubernur Jawa Barat bahkan mengajak para ibu di rumahnya jika memasak menggunakan kayu bakar.
Dedi Mulyadi menyontohkan, metode memasak memakai kayu makin langka bahkan banyak yang datang ke rumahnya.
"Itu pas masangnya pakai kayu bakar, tiap orang dari mana-mana video dapur, bilang aneh-aneh aja," ucap Gubernur Jawa Barat kepada ibu-ibu di Desa Ciawijapura, Kabupaten Cirebon.
Selain itu, Dedi Mulyadi meminta ibu-ibu dan anak-anak jangan terlalu banyak main HP (hand phone).
"Kalau main HP terus, kapan bikin kue, kalau main HP terus kapan nyambel, kalau main HP terus kapan mijitin suami," kata Gubernur Jawa Barat.
Lebih lanjut Dedi Mulyadi mengatakan, jika suaminya punya duit maka akan cari tukang pijit.
Makanya, kata Gubernur Jawa Barat, suaminya kalau pulang kerja, capek, pijitin.
"Kalau suami pulang kerja capek pijitin, ibu juga sama suami minta dipijitin agar nikmati hidup ibu sama suaminya," tutur Dedi Mulyadi.
"Jangan kayak saya, enggak bisa dapetin lagi kayak ibu, kenapa? waktunya sudah habis," sambung Gubernur Jawa Barat.
"Udah ya, apa cari lagi, orang mana, ada enggak? siapa yang mau jadi istri saya?," tanya Dedi Mulyadi yang langsung disambut angkat tangan para gadis hingga janda di Desa Ciawijapura.
Menurut Gubernur Jawa Barat, yang mau jadi istri dirinya silakan hubungi Hyang Sukma Ayu (anak bungsu Dedi Mulyadi).
"Kalau kata dia boleh, ya saya baru mau, kalau kata dia enggak boleh, saya enggak akan mau, jadi hidup saya tergantung dia (Hyang Sukma Ayu) aja, sampai sekarang dia larang enggak boleh kawin lagi, iya aman," pungkas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim