Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Transparan Soal Anggaran Gubernur Jawa Barat Tanpa Habiskan Biaya Negara, Dedi Mulyadi: Apapun Saya Ceritain

Siti Dewi Yanti • Sabtu, 28 Juni 2025 | 07:16 WIB
Dedi Mulyadi transparan soal anggaran Gubernur Jawa Barat hingga pemprov
Dedi Mulyadi transparan soal anggaran Gubernur Jawa Barat hingga pemprov

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan hal-hal yang harus diperbaiki di lingkungan Jabar.

Yang paling utama efisiensi, Dedi Mulyadi menyebutkan, tidak ada kemajuan tanpa efisien.

"Efisiensi bisa lahir dan tumbuh dengan transparansi," ungkapnya.

Menurut Gubernur Jawa Barat, transparansi adalah keterbukaan, sehingga saat ini pemimpin bisa secara terbuka bercerita tentang apapun.

"Tanpa harus menggunakan biaya negara, bercerita di TikTok, bercerita di YouTube, bercerita di IG, bercerita di Facebook," lanjutnya.

Dedi Mulyadi mengungkapkan, bisa bercerita soal anggaran apapun, termasuk anggaran gubernur, dan anggaran pemda.

"Apapun saya ceritain, dan hari ini tidak ada yang tidak ditakuti oleh publik dan penyelenggara Indonesia kecuali media sosial," pungkasnya.

Gubernur Jawa Barat mengatakan, sempat merasakan demokrasi dan sekarang terjadi saat ini.

"Dulu orang berdemokrasi diputuskan oleh elit, dulu orang demokrasi diputuskan oleh organisatoris, saya termasuk organisatoris. Dulu orang berdemokrasi milih langsung tapi tidak ngerti isinya," ujarnya.

Sementara hari ini, Dedi Mulyadi membeberkan, tidak boleh merasa pintar dan merasa diri hebat.

"Setiap orang hari ini bisa speak up. Hari ini Mak Icih yang tinggal di Gunung Gede Pangrango di kakinya itu bisa speak up lewat TikTok," ucapnya.

Gubernur Jawa Barat menerangkan, Mak Icih memprotes pernyataan seseorang yang pintar.

"Maka hari ini di negeri ini beda dengan 5 tahun yang lalu. Lima tahun yang lalu seorang tokoh yang ngomong di TV tiap hari itu bisa dipercaya omongannya dan bisa dijadikan panutan," jelasnya.

Sedangkan saat ini, Dedi Mulyadi melanjutkan, seorang tokoh tidak bisa dipercaya jika bertentangan dengan keinginan publik.

"Tidak selaras dengan hati nurani publik, dia enggak bisa jadi tokoh besar lagi," tandasnya.

Hal ini karena, Dedi Mulyadi menyampaikan, publik mengadili secara terbuka dalam setiap waktu.

"Dan yang paling efektif mengadilinya lewat TikTok," tegas Gubernur Jawa Barat.

Sebagai informasi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri acara di Universitas Pakuan Bogor dan memberi sambutan kepada seluruh tamu undangan.

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #anggaran #gubernur jawa barat #UNPAK Bogor