RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta sopir angkot dan angkutan pedesaan yang beroperasi di wilayah Puncak, Bogor, untuk tidak beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu.
“Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran Dinas Perhubungan yang biasa beroperasi di wilayah Cisarua, Puncak, dan sekitarnya hari Sabtu ini untuk tidak beroperasi dari hari Minggu besok,” kata Dedi Mulyadi dalam video yang diunggah akun Instagram @dedimulyadi71, Sabtu, 28 Juni 2025.
Dedi Mulyadi menyampaikan imbauan tersebut guna mengatasi masalah kemacetan yang terjadi di jalur Puncak, Bogor. Pasalnya, banyak masyarakat dari berbagai daerah yang berniat untuk berlibur di wilayah tersebut.
Dengan adanya kemacetan, tentu membuat wisatawan yang datang ke wilayah Puncak, Cisarua, merasa tidak nyaman.
Kendati meminta sopir angkot untuk tidak beroperasi di akhir pekan ini, Dedi Mulyadi tidak lupa memperhatikan nasib mereka.
Dedi Mulyadi telah menyediakan anggaran untuk membantu sopir angkot di wilayah Puncak yang dirumahkan pada hari Sabtu dan Minggu ini.
Pria berusia 54 tahun itu mengatakan bahwa pihaknya telah memiliki rekening para sopir angkot tersebut dan akan menyalurkan bantuan kepada mereka.
“Bagaimana uang sakunya? Hari Senin nanti kita akan bantu karena seluruh nomor rekening para sopir yang langganan beroperasi di wilayah tersebut sudah ada di kami,” jelas Dedi Mulyadi.
Bantuan tersebut akan disalurkan oleh Dedi Mulyadi pada hari Senin sebagai bentuk pertanggungjawabannya terhadap sopir angkutan kota dan desa di Cisarua yang tidak bekerja di akhir pekan ini.
“Untuk itu, saya mengimbau kepada seluruh sopir angkot dan sopir angkutan pedesaan yang beroperasi di wilayah Puncak, Bogor, hari ini kembali ke rumah, tidak beroperasi, tinggal bersama keluarga, dan seluruhnya hari Senin kami akan kirimkan uang sakunya sebagai pengganti libur hari Sabtu dan Minggu,” ujar Dedi Mulyadi.
Dengan diliburkannya sopir angkot, diharapkan jalur Puncak, Cisarua, bisa berjalan lancar tanpa adanya kemacetan yang mengganggu pengguna jalan.***