RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri sebuah acara di Universitas Pakuan (Unpak) Bogor belum lama ini.
Dalam pidatonya, salah satu pembahasan yang dibahas Dedi Mulyadi adalah masalah sosialisasi yang bisa dilakukan secara gratis, tak butuh mengeluarkan dana hingga miliaran rupiah.
Menurut gubernur Jawa Barat, efisiensi bisa lahir dan tumbuh dengan transparansi atau keterbukaan. Maka di era digital ini, pemimpin bisa secara terbuka bercerita tentang apapun tanpa harus bersosialisasi menggunakan biaya negara.
Bagaimana caranya? Dedi menyebut caranya yakni dengan bercerita di TikTok, Instagram, YouTube, atau Facebook.
Menurut Dedi, ia bisa bercerita tentang apapun, seperti anggaran gubernur atau anggaran pemda di media sosial.
Oleh sebab itu, sekarang sudah tidak ada lagi yang tidak ditakuti oleh publik dan penyelenggara di Indonesia, kecuali media sosial.
Di tengah pidatonya, Gubernur Jawa Barat ini sedikit memberikan lelucon terkait konten-konten yang dibuatnya dipakai para orang tua untuk “menakuti” anak-anak di rumah.
“Gubernur bukan ngurus APBD, ngurus anak mau tidur,” ucap Gubernur Jawa Barat.
Hal tersebut dilakukan oleh para ibu karena sudah tidak sanggup menghadapi anak yang susah tidur, susah makan, jajan terus, main HP terus, dan akhirnya minta pada gubernur.
“Hey anak-anakku, siapa yang susah makan, siapa yang susah tidur, siapa yang jajan terus, siapa yang main hp terus, siapa yang melawan sama mama dan papanya, nanti pak gubernur datang ya, dibawa ke barak,” lanjutnya.
Sontak saja ucapan Dedi Mulyadi tersebut mengundang gelak tawa dan tepuk tangan dari para mahasiswa dan mahasiswi yang hadir.
Dedi juga mengatakan bahwa dulu tidak ada anak usia 3 tahun yang mengenal Gubernurnya, tetapi sekarang sudah ada akibat hadirnya sosial media ini.
Kembali membahas masalah sosialisasi, KDM sapaan akrab Dedi Mulyadi mengatakan jika hal tersebut diefektifkan atau diuangkan dengan cara melakukan sosialisasi, pasti sudah menggunakan dana milyaran.
Namun sekarang, hal tersebut bisa dilakukan secara cuma-cuma alias gratis berkat adanya media sosial.***
Editor : Eka Rahmawati