RADAR BOGOR - Setelah peristiwa yang dialaminya viral di media sosial, Melani ibu di Bekasi kembali bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan.
Sebelumnya Melani sudah bertemu dengan sang kepala daerah ditemani ayahnya dan kini mereka kembali berbincang dengan Dedi Mulyadi.
Dalam percakapan yang diunggah di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Melani mengungkapkan ia akan tetap melanjutkan proses hukum putranya yang kini ditahan di kepolisian usai melakukan tindakan buruk terhadap dirinya demi menyadarkan sang anak.
Setelah sekitar lebih dari seminggu ditahan, wanita berusia 46 tahun itu mengaku belum menjenguk putranya. Dedi lantas menanyakan sikap Melani terkait proses hukum yang sedang berjalan.
"Ibunya sudah konsisten sikapnya?" tanya gubernur Jawa Barat.
"Sudah," jawab Melalni yang menegaskan sikapnya akan tetap memproses secara hukum tindakan sang anak semata wayangnya karena ingin memberinya pelajaran.
Di sela obrolan tersebut, Melani meminta saran Dedi Mulyadi bahwa ia ingin memberi kue ulang tahun saat putranya berulang tahun.
"Tanggal 2 dia ulang tahun mau bawain kue ulang tahun gimana?" kata Melani kepada Dedi Mulyadi.
Dedi mengembalikan keputusan tersebut kepada Melani terlebih ia sebagai ibu kandungnya.
"Terserah ibu itu kan tanda kasih sayang ibu sama anak," ujar Dedi Mulyadi yang kemudian menanyakan perasaan Melani saat ini.
"Bagaimana perasaannya antara rasa ingat sama anak, antara ibu memang sayang sama dia dan ingin tegas pada sikap seorang perempuan, bagaimana cara membaginya ibu bisa gak?" tanya Dedi lagi yang seketika membuat Melani tertunduk menangis.
Di samping sifat buruk sang putra yang pemarah dan kerap meminta uang, Melani menyebut buah hatinya itu memiliki sifat baik yakni perhatian.
Dedi menduga sifat buruk anak Melani tumbuh karena dimanja terlebih sebagai anak tunggal serta selalu diikuti keinginannya sehingga saat ditolak merasa diperlakukan tidak adil.
"Makanya sama anak itu jangan semua diikuti keinginannya karena suatu saat ketika kita tidak mengikuti keinginannya dia merasa dizolimi," pesan gubernur Jawa Barat.
Sementara itu setelah kejadian tersebut, Melani kini mengaku sudah kembali beraktivitas yakni bekerja di rumah tetangganya membantu membuat kue. Ia pun berencana berjualan peyek bersama sang ibu terlebih usai mendapat bantuan uang dari Dedi Mulyadi.
Di sisi lain, Dedi Mulyadi juga sudah melunasi tunggakan rumah Melani yang sebelumnya akan dilelang bank karena tidak mampu membayar cicilan utang.
Dedi pun mempersilakan Melani tinggal di rumah tersebut bersama keluarganya sampai kapan pun tetapi sertifikatnya disimpan gubernur Jawa Barat. Hal itu dilakukan Dedi agar tidak ada lagi yang meminjam sertifikat rumah untuk dijaminkan ke bank.
Editor : Eka Rahmawati